Vaksin Nusantara, Vaksin Politis?

Sungguh menarik mengikuti perkembangan vaksin nusantara. Bukan karena efikasi atau keberhasilannya mencegah infeksi Covid19, tetapi karena pro kontra yang ditimbulkannya. Kondisi ini akhirnya memunculkan dua kubu yang bersebrangan, yakni pihak pengembang vaksin nusantara dan BPOM selaku otoritas pemeriksa obat dan makanan di Indonesia.

Kontroversi vaksin nusantara bahkan sudah dimulai sejak awal pengembangan vaksin ini diumumkan. Saat itu, mantan menteri kesehatan, dokter Terawan memastikan vaksin nusantara memiliki efektivitas melawan Covid19 sampai dengan 100 persen. Para ahli per-vaksinan meragukan pernyataan ini karena vaksin nusantara dikembangkan dengan cara manipulasi sel dendritik dan pengembangan vaksin dengan cara ini belum teruji bermanfaat dalam upaya mengendalikan suatu pandemi.

Beberapa ahli bahkan meragukan vaksin dengan metode dendritik ini bisa digunakan secara massal dan cepat karena proses vaksinasinya yang tergolong rumit dan mahal. Sasaran terlebih dahulu diambil darahnya untuk dipisahkan sel dendritiknya, lalu sel dendritik yang terlah mendapat perlakuan khusus disuntikan kembali ke tubuh sasaran dengan harapan sel dendritik itu bisa membangkitkan antibodi melawan Covid19.

Memuat...

Kontroversi terbaru adalah tidak disetujuinya uji klinis fase II vaksin nusantara oleh BPOM karena pengembangan vaksin nusantara telah keluar dari kaidah kaidah penelitian vaksin yang benar. BPOM berharap para peneliti vaksin nusantara memperbaiki proses penelitiannya sehingga bisa dilanjutkan ke uji klinis fase kedua.

Alih alih mengikuti saran BPOM, pihak vaksin nusantara justru mengabaikan saran BPOM dan melanjutkan uji coba vaksin nusantara. Uniknya, resepien uji coba kali ini adalah anggota DPR. Bila kita menilik ke belakang, anggota DPR termasuk orang yang mendukung pengembangan vaksin nusantara ini karena dianggap sebagai vaksin karya anak bangsa. Walaupun akhirnya dibantah oleh BPOM karena semua ahli dan peralatan yang digunakan dalam pengembangan vaksin nusantara berasal dari luar negeri.

Apakah dengan dilibatkannya anggota DPR dalam uji coba vaksin nusantara, artinya vaksin nusantara telah berubah menjadi vaksin politis? Silakan nilai sendiri.

loading...

One thought on “Vaksin Nusantara, Vaksin Politis?

  • Sabtu, 5 Juni 2021 pada 13:52
    Permalink

    dengan dilibatkannya anggota DPR dalam uji coba vaksin nusantara, bisa jadi telah berubah menjadi vaksin politis.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *