Mengapa COVID-19 Bisa Lebih Parah Para Pria? Berikut Penjelasannya

motorqq
win228

covid19

Membaca data demografi kasus kasus COVID-19 dari seluruh dunia, ada satu hal menarik yang saya temui. COVID-19 ternyata lebih parah bila diderita oleh kaum pria. Bahkan COVID-19 bisa tiba tiba memburuk pada pria yang sebelumnya sehat atau tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

Baca juga: Tips Mencegah Tertular Virus Corona Menurut WHO

Menurut para ahli, perbedaan gender ini penting guna menentukan pola penyakit COVID-19 sekaligus bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti, siapa yang bisa menderita penyakit ini, siapa yang bisa sembuh dengan baik dan siapa yang akan meninggal dunia.

Memuat...

Beberapa penelitian yang telah dilakukan dengan menganalisa faktor umur, jenis kelamin, ras dan sosioekonomi menunjukan bahwa perbedaan yang cukup signifikan berasal dari jenis kelamin dan jenis kelamin yang paling menderita akibat COVID-19 adalah pria.

Apa yang telah kita ketahui sampai saat ini?

Menurut data kematian COVID-19 yang berasal dari Tiongkok pada bulan februari, angka kematian pada pria lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka kematian pada wanita atau 2.8% pada pria dan 1,7% pada wanita.

Manurut data yang dipublikasikan oleh JAMA pada tanggal 22 April, dari 5.700 pasien yang masuk rumah sakit akibat COVID-19 di New York, 60 persen berjenis kelamin pria.

Fakta senada juga dipublikasikan oleh situs kedokteran, MedRxiv pada tanggal 29 April. Diantara 14.000 pasien COVID-19 yang berasal dari berbagai negara, pria lebih berisiko dirawat di rumah sakit, dibantu menggunakan alat bantu nafas (ventilator) dan kematian. Perbedaan ini terutama terjadi pada orang dewasa yang berusia diatas 50 tahun.

Apa sih yang sebenarnya menyebabkan terjadinya perbedaan ini?

Penelitian tentang hormon seks wanita

Dua penelitian yang dilakukan di New York dan California, Amerika Serikat mencoba memberikan terapi hormon seks wanita pada pasien pasien pria yang dirawat dengan COVID-19. Kesimpulannya, hormon seks wanita seperti estrogen dan progesteron diduga dapat memberikan perlindungan terhadap COVID-19 sehingga dimungkinkan untuk dijadikan pengobatan yang efektif.

Namun, beberapa ahli memberikan pendapat yang berbeda. Menurut pengamatan mereka, wanita menopause yang notabene hormon seksnya sudah menurun ternyata juga mampu bertahan lebih baik dibandingkan pria seusianya saat melawan COVID-19. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam MedRxiv.

Kemungkinan perbedaan gender juga mempengaruhi kekebalan tubuh

Fokus perhatian kemudian diarahkan ke hubungan antara sistem imun dan genetik. Beberapa gen dalam kromosom X (wanita memiliki dua kromosom X) berperanan dalam sistem kekebalan tubuh. Karena memiliki dua kromosom X maka wanita memiliki kemampuan imunitas yang lebih kuat dibandingkan dengan pria.

Menurut penelitian yang dilakukan laboratorium imunobiologi, Yale School of Medicine, sistem kekebalan tubuh pada wanita bereaksi lebih cepat saat awal awal terjadinya infeksi virus corona. Kecepatan ini selanjutnya akan mempengaruhi ringan atau beratnya gejala COVID-19 yang dialami. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai pegangan saat mencari obat untuk penderita COVID-19 pria sehingga sistem imunitasnya bisa bereaksi sama cepat dengan yang terjadi pada wanita.

Faktor sosial

Salah satu faktor sosial yang diduga turut memberi andil terhadap parahnya COVID-19 pada pria adalah kebiasaan merokok. Sebagaimana diketahui, jumlah perokok pria jauh lebih banyak dibandingkan dengan perokok wanita dan kebiasaan merokok menjadi salah satu penyumbang terjadinya masalah pada sistem pernafasan.

Baca juga: Mengenal Wuhan (Novel) Coronavirus

Namun, tidak semua ahli perpendapat yang sama. Mereka memandang, perbedaan keparahan COVID-19 pada pria dan wanita tidak bisa dipandang dari satu faktor saja. Ada berbagai macam faktor lain yang ikut memberi andil terhadap perbedaan ini.

Nah, bagaimana menurut anda?

loading...

2 tanggapan untuk “Mengapa COVID-19 Bisa Lebih Parah Para Pria? Berikut Penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *