Wajib Tahu! Berhubungan Seksual Saat Pandemi COVID-19

hubungan intim

Seiring dengan makin merebaknya pandemi COVID-19, ada beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pasien saya. Apa pengaruh pandemi ini bagi kehidupan seksual? Apakah saya harus membatasi hubungan seksual di masa pandemi? Bagaimana cara melakukan hubungan seksual yang aman saat pandemi?

Baca juga: Jarang Berhubungan Seks Dapat Mempercepat Terjadinya Menopause

Untungnya, seiring dengan makin banyaknya hasil penelitian yang mengungkap misteri virus corona, informasi baru tentang relasi antara seks dan virus corona juga makin bertambah.

Memuat...

Berikut 4 hal yang perlu diketahui tentang hubungan antara seks dan penyakit COVID-19:

1. Masturbasi adalah pilihan paling aman

Pilihan ini terutama bagi mereka yang belum memiliki pasangan yang tetap. Para ahli menganjurkan mereka yang masih singel untuk tidak berkencan dulu selama pandemi COVID-19.

Sampai saat ini, masturbasi atau onani tidak dapat menularkan COVID-19. Tentu saja sebelum melakukannya, tangan dan alat bantu seks harus dicuci terlebih dahulu menggunakan sabun di bawah air mengalir selama minimal 20 detik.

Selain tidak menularkan COVID-19, masturbasi juga bisa dilakukan untuk mengurangi stress, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa sakit.

2. Penjualan alat bantu seks laris manis

Setelah dikatakan masturbasi merupakan pilihan teraman yang bisa dilakukan saat pandemi COVID-19, penjualan alat bantu seks mengalami peningkatan. Bahkan di beberapa negara, peningkatannya mencapai beberapa kali lipat.

Di Selandia Baru, penjualan alat bantu seks meningkat tiga kali lipat selama pelaksanaan lockdown, sementaar di Los Angeles, penjualan alat bantu seks meningkat antara 30 sampai 100 persen.

Lockdown membuat orang yang biasanya berkencan dengan pasangannya harus tinggal sendirian di dalam rumah. Untuk memuaskan hasrat seksual, mereka saat ini memilih melakukan masturbasi baik dengan tangan atau dengan bantuan alat seks.

3. Virus corona tidak menular melalui hubungan seksual

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Fertility and Sterility, virus corona tidak terbukti menular melalui hubungan seksual. Hal ini dibuktikan setelah peneliti melakukan pemeriksaan terhadap contoh sperma yang diambil dari 34 orang pria di China. Pada sperma para pria yang positif COVID-19 ini tidak ditemukan adanya virus corona setelah dilakukan pengamatan selama 1 bulan.

Sayangnya, penelitian ini masih sangat sederhana dan membutuhkan penelitian lanjutan yang lebih besar untuk menguatkan kesimpulan. Kelemahan utama dari penelitian ini adalah tidak membuktikan apakah virus load berpengaruh terhadap adanya virus corona pada sperma. Virus load artinya banyaknya virus yang terdapat pada tubuh pasien COVID-19. Makin tinggi virus load artinya makin parah seseorang menderita COVID-19.

4. Seseorang bisa tertular virus corona melalui ciuman

Meskipun virus corona tidak menular melalui hubungan seksual, bukan berarti keintiman lain tidak bisa menularkan. Ciuman misalnya, pertukaran air ludah saat berciuman bisa menularkan virus corona.

Baca juga: 6 Penyebab Rasa Sakit Setelah Berhubungan Seks

Virus corona adalah virus saluran nafas. Artinya, virus ini bisa ditularkan melalui sarana air ludah. Segala aktivitas yang menyebabkan masuknya air ludah yang mengandung virus ke saluran nafas dapat menyebabkan seseorang tertular virus corona, termasuk ciuman.

Jadi, selama pandemi COVID-19, sebaiknya kita menghindari ciuman dengan orang lain yang kita tidak ketahui asal usulnya.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *