Apa Saja Gejala Penyakit Saraf ?

Sakit saraf

Tubuh manusia tersusun atas jaringan saraf, dari atas kepala hingga kaki. Jaringan-jaringan saraf tersebut memiliki tanggung jawab untuk menghantarkan impuls dari otak hingga ke seluruh tubuh agar organ tubuh bisa berfungsi dengan normal. Jadi ketika ada salah satu jaringan saraf yang rusak, hal tersebut dapat mempengaruhi fungsi organ yang ada di dalam tubuh. Karenanya ketika anda merasakan gejala-gejala dari penyakit saraf seperti telapak kaki terasa panas, anda harus segera memeriksakan diri anda ke dokter. Anda tidak akan tahu dengan tepat apa yang sedang dialami oleh tubuh kalau anda tidak memeriksakannya. Bisa jadi anda hanya kelelahan, atau ternyata anda mengidap gejala awal dari penyakit saraf seperti stroke.

Kalau anda tidak ingin terlambat menyadari penyakit saraf yang saat ini perlahan-lahan sedang menggerogoti tubuh anda, anda harus mengetahui gejala-gejala dari penyakit saraf sehingga anda bisa mendeteksi sendiri dengan lebih cepat sebelum akhirnya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosisnya dengan tepat. Langsung saja, berikut adalah gejala-gejala penyakit saraf yang harus anda ketahui:

Pajak Games

Mati rasa atau kebas

Beberapa bagian tubuh akan sering merasa kebas, mati rasa hingga rasa terbakar yang menyebar di area sekitar kaki dan tangan. Gejala ini sifatnya sementara dan bisa hilang dalam waktu yang sebentar. Akan tetapi bila gejalanya tidak hilang dalam waktu yang lama dan sering kali berulang, segera konsultasikan kondisi anda ke dokter terdekat.

Loading...

Sulit bergerak

Saat mengalami kerusakan pada saraf, maka aliran darah ke daerah tersebut akan terhambat hingga akhirnya bagian tubuh tersebut mengalami kekakuan dan sulit untuk digerakkan. Bila saraf yang rusak merupakan saraf motorik, maka penderita bisa mengalami kelumpuhan. Gejala yang satu ini menjadi warning yang harus diperhatikan karena bila tidak ditangani dengan cepat dapat memperparah keadaan.

Kaki terasa nyeri

Ketika ada bagian tubuh tertentu yang sering kali terasa nyeri, panas dan kesemutan, biasanya dimulai dari punggung bawah hingga ke bagian kaki, itu adalah tanda bila saraf skiatik pada tubuh anda telah rusak atau tertekan. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, mulai lelah pada daerah tulang belakang, jatuh dan lain sebagainya.

Hilang keseimbangan

Pernahkah anda kehilangan kesimbangan secara tiba-tiba bahkan hingga jatuh? Jika ya, dan lumayan sering terjadi maka ada kemungkinan terjadi kerusakan saraf karena kurangnya koordinasi. Bisa jadi juga hal tersebut menjadi gejala dari Parkinson, salah satu penyakit kerusakan saraf yang menyerang sel saraf di otak.

Sering buang air

Disebutkan di awal bahwa kerusakan saraf dapat membuat fungsi organ tubuh terganggu. Begitu juga yang terjadi pada kandung kemih, ketika sel saraf rusak maka kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik. Akibatnya adalah sinyal untuk buang air kecil rusak dan akhirnya menjadi sering buang air kecil.

Sakit kepala

Sering mengalami sakit kepala yang berulang dalam waktu yang sebentar? Ada kemungkinan anda mengalami occipital neuralgia atau sebuah kondisi dimana saraf di bagian leher terjepit. Untuk memastikannya dengan tepat, anda harus datang langsung ke dokter bagian saraf, khususnya saraf di otak.

Keringat berlebih

Manusia pasti akan mengeluarkan keringat, karena keringat memiliki fungsi untuk mendinginkan tubuh. Jadi keringat biasanya keluar ketika udara sedang panas. Akan tetapi ketika keringat muncul tanpa ada kejelasan, bisa jadi ini adalah salah satu gejala dari kerusakan saraf karena impuls yang diantar dari otak mengalami gangguan.

Respon otak lambat

Saat ada bahaya yang mengancam, secara otomatis tubuh akan mengenalinya dan memberi tahu otak. Akan tetapi pada kondisi dimana jaringan saraf rusak, maka saraf sensorik tidak bisa berfungsi secara normal. Jadi misalnya saja saat anda mengalami luka bakar ataupun luka akibat sayatan, anda tidak akan merasakan sakit tersebut.

Kalau anda tidak memeriksakan diri ke dokter, anda hanya bisa menerka-nerka apakah gejala yang anda rasakan selama ini sesuai dengan gejala kerusakan saraf atau tidak. Kalau anda ingin mendapatkan jawaban pasti, anda bisa datang ke dokter dan meminta untuk dilakukan beberapa tes.

Tulis Komentar

loading...