6 Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Mencegah Stroke

Stroke adalah penyakit pada saraf otak yang ditandai dengan hilangnya kemampuan berbicara, kelumpuhan, hilangnya daya ingat dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Baca juga: Makanlah Makanan Ini Untuk Mencegah Stroke

Pajak Games

Sayangnya tidak banyak yang tahu bahwa stroke sangat bisa dicegah. Sebuah penelitian membuktikan, menerapkan pola hidup yang sehat dapat menurunkan risiko stroke sampai dengan 80 persen.

Loading...

Meskipun demikan, ada beberapa faktor risiko yang sulit dikontrol seperti bertambahnya usia, genetik, berat badan waktu lahir, jenis kelamin dan etnis.

Bila kita hanya fokus pada faktor risiko yang sulit dikontrol maka kemungkinan besar kita akan merasa putus asa. Apalagi bila salah satu dari faktor risiko tersebut ada pada diri kita.

Kali ini saya tidak akan banyak membahas tentang faktor risiko stroke yang sulit dikontrol. Saya akan fokus mencegah stroke pada beberapa faktor risiko yang bisa dikontrol. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain:

1. Berhentilah merokok

Menurut organisasi kesehatan sedunia (WHO), merokok dapat meningkatkan risiko stroke sampai dua kali lipat. Nikotin yang terdapat pada rokok dapat meningkatkan tekanan darah sehingga pembuluh darah sangat rentan mengalami kerusakan.

Merokok juga dapat membuat pembuluh darah menebal sehingga mudah terbentuk plak pada pembuluh darah arteri. Kondisi ini tentu saja akan menganggu aliran darah ke otak dan sebagai konsekuensinya, seseorang menjadi lebih mudah menderita stroke.

2. Perbanyaklah bergerak

Sudahkah rutin berolah raga setiap hari? Jika jawabannya belum maka bersiaplah untuk risiko menderita tekanan darah yang lebih tinggi. Sebagaimana diketahui, tekanan darah tinggi merupakan salah satu risiko stroke yang paling utama.

Selain menurunkan risiko tekanan darah tinggi, olahraga juga dapat menurunkan kadar kolesterol sehingga aliran darah menjadi relatif lebih lancar.

Bila waktu menjadi hambatan utama dalam berolahraga, maka berjalan kaki saat melakukan aktivitas sehari hari bisa dijadikan pilihan.

3. Perbanyak konsumsi makanan yang berasal dari tanaman

Penelitian membuktikan, konsumsi makanan yang berasal dari tanaman dapat menurunkan faktor risiko stroke seperti diabetes, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan perut buncit.

Penelitian selanjutnya membuktikan, peningkatan asupan serat dapat menurunkan risiko stroke.

4. Kurangi konsumsi minuman berakohol.

Meskipun ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit dapat menurunkan risiko stroke, bukan berarti minuman beralkohol tidak berbahaya.

Risiko stroke baru akan meningkat bila minuman beralkohol dikonsumsi secara berlebihan (lebih dari dua gelas setiap hari). Peningkatkan risiko stroke ini terjadi seiring dengan peningkatan tekanan darah yang terjadi saat minuman beralkohol dikonsumsi secara berlebihan.

5. Jangan abaikan ngorok

Salah satu penyebab ngorok adalah terhentinya nafas sejenak beberapa kali saat tidur (sleep apnea). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke karena membatasi suplai oksigen dan darah ke otak. Sleep apnea juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

6. Jangan berhenti minum obat

Bila saat ini ada obat yang harus dikonsumsi untuk mencegah stroke, cobalah untuk melanjutkan minum obat. Konsumsi obat juga kerap dilakukan oleh penderita stroke untuk mencegah kekambuhan stroke.

Sebagaimana diketahui, mereka yang pernah menderita stroke memiliki risiko yang sangat tinggi untuk menderita stroke lagi. Obat obatan pasca serangan stroke masih dibutuhkan untuk mencegah stroke datang kembali. Obat obatan ini bahkan harus dikonsumsi selama berbulan bulan.

Baca juga: Hati Hati! Obat Ini Bisa Meningkatkan Risiko Stroke Dan Serangan Jantung

Selain memahami perubahan pola hidup di atas, kita juga harus mengetahui tanda tanda awal terjadinya stroke. Beberapa tanda tanda awal serangan stroke meliputi, kelemahan atau kesemutan pada wajah, lengan dan kaki khususnya pada sebelah sisi tubuh. Gangguan berbicara, hilangnya keseimbangan dan koordinasi juga merupakan tanda awal terjadinya stroke. Perlu diingat, gejala stroke pada perempuan berbeda dengan yang dialami laki laki.

Tulis Komentar

loading...