Benarkah Kopi Dapat Mencegah Parkinson?

Perdebatan tentang manfaat kopi bagi kesehatan otak sudah berlangsung bertahun tahun. Beberapa ahli memiliki pendapat yang berbeda dan tentu saja pendapat pendapat tersebut didukung oleh penelitian yang valid.

Baca juga: Benarkah Minum Kopi Bikin Dehidrasi? Ini Faktanya

Salah satu pendapat terbaru tentang manfaat kopi bagi kesehatan otak datang dari sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal
Proceedings of the National Academy of Sciences. Penelitian terbaru ini fokus terhadap manfaat kopi dalam mencegah terjadinya penyakit Parkinson.

Menurut para ahli, ada dua komponen utama kopi yang bekerja bahu membahu menurunkan kadar zat pada otak (alpha-synuclein) yang berhubungan dengan terjadinya penyakit Parkinson. Salah satu komponen kopi yang kerap kita dengar adalah kafein. Lalu, apa komponen yang kedua? Komponen yang jarang kita dengar namanya adalah eicosanoyl-5-hydroxytryptamide (EHT). Nama tersebut memang agak susah disebut, tapi gak perlu juga dihafalkan karena yang terpenting adalah manfaatnya bagi otak.

Bila sebelumnya kita hanya mengenal kafein pada kopi yang memiliki segudang manfaat, kini pendapat tersebut dibantah oleh penelitian yang membuktikan bahwa mereka yang minum kopi tanpa kafein juga mendapatkan manfaat yang sama dari kopi. Hasil penelitian ini sekaligus membuka mata para ahli tentang ratusan zat lain yang juga terdapat dalam kopi. Salah satu zat dalam kopi yang baru ditemukan manfaatnya terutama untuk kesehatan otak adalah EHT.

EHT secara alami ditemukan dalam lapisan lilin yang menyelimuti biji kopi. EHT termasuk ke dalam asam lemak yang bermanfaat sebagai penghantar serotonin pada otak. Pada penelitian sebelumnya, EHT terbukti dapat melindungi sel sel otak dan memiliki khasiat sebagai anti inflamasi.

Baca juga: Stop Minum Kopi Bila Timbul Gejala Ini

Penyakit Parkinson adalah gangguan pada sistem saraf yang mempengaruhi gerakan tubuh. Gejala yang muncul pada penderita Parkinson umumnya berlangsung pelan pelan dan dimulai dari tremor pada salah satu tangan. Selain tremor, penderita Parkinson juga merasakan kekakuan pada gerakan tubuh, berkurangnya ekspresi pada wajah dan gerakan tiba tiba yang tidak terkontrol. Meskipun belum bisa disembuhkan, progresivitas penyakit Parkinson bisa diperlambat dengan pengaturan pola makan dan pola hidup yang tepat.

Tulis Komentar

loading...

loading...