Wow! Begini Caranya Media Sosial Mempengaruhi Otak Manusia

Mungkin sudah sering kita mendengar tentang perubahan mood yang disebabkan oleh media sosial. Tidak sedikit orang yang merasa gelisah ata sedih setelah mengunjungi situs media sosial. Perasaan itu muncul karena apa yang tampak di media sosial jauh dari kehidupan kita sehari hari.

Baca juga: Laporkan Dan Perangi Iklan Kesehatan Yang Menyesatkan Di Media

Pajak Games

Sebaliknya, ada juga yang merasa bahagia setelah bermain main di media sosial. Mereka umumnya merasa bahagia saat postingan dan fotonya disukai banyak orang. Kondisi ini disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas pada area otak yang bertanggung jawab terhadap rasa senang setelah mendapatkan penghargaan.

Loading...

Faktanya, media sosial ternyata memiliki efek yang jauh lebih dahsyat dari sekedar mengubah mood. Media sosial ternyata mampu mengubah kinerja otak. Berikut beberapa fakta bagaimana media sosial mampu mengubah otak

1. Media sosial menurunkan kemampuan kita fokus terhadap suatu pekerjaan

Mungkin kamu beranggapan bahwa berkunjung ke beberapa situs media sosial dalam waktu yang bersamaan akan menyebabkan kamu lebih fokus terhadap sesuatu. Ternyata menurut beberapa penelitian, kondisi yang kamu dapatkan justru sebaliknya. Menurut penelitian tersebut, pengguna berat media sosial akan kesulitan fokus dan mengerjakan pekerjaan yang berbeda beda dalam satu kesempatan karena pikirannya terpaku pada media sosial. Otak kehilangan kemampuan menyaring sesuatu akibat terganggu oleh keinginan bermedia sosial.

2. Media sosial menurunkan kemampuan kita memikirkan diri sendiri

Menurut penelitian, kamu cenderung lebih mudah mengalami tekanan dari teman temanmu di media sosial. Artinya, kamu lebih terbuka menerima pendapat orang lain daripada pendapat pribadimu.

Sebaiknya kamu break sebentar bermedia sosial bila saat ini kamu selalu mengiyakan setiap pendapat orang lain.

3. Media sosial dapat menurunkan kepercayaan diri

Pada sebuah penelitian disebutkan, satu dari tiga orang yang diteliti mengaku marah, frustasi dan kesepian setelah menghabiskan waktu beberapa jam di Facebook. Perasaan seperti itu muncul kebanyakan setelah mereka membandingkan dirinya dengan teman teman yang ada di Facebook. Perasaan itu juga muncul saat postingannya di Facebook tidak mendapatkan respon atau komentar yang sesuai dengan harapannya.

4. Dampak media sosial pada otak mirip dengan narkoba

Ketergantungan media sosial adalah fakta. Hal ini dibenarkan oleh sebuah penelitian yang menyebutkan, pengguna berat internet memiliki gejala yang sama dengan ketergantungan obat. Saat putus internet, mereka merasakan gejala seperti putus obat, introversi dan keinginan yang berlebihan untuk berinternet.

5. Media sosial dapat menyebabkan gangguan tidur

Meskipun tidak berhubungan langsung dengan otak, semua orang tahu, kurang tidur memiliki efek buruk terhadap kesehatan mental.

Kebiasaan mengunjungi media sosial saat jam tidur menyebabkan seseorang susah tertidur karena emisi sinar biru yang dipancarkan dari ponsel. Sinar biru ini menghambat produksi melatonin, hormon yang berhubungan dengan kualitas tidur seseorang.

Baca juga: Kegemukan Mengganggu Fungsi Otak

6. Media sosial berdampak pada sistem saraf

Tahukah kamu, pusat rasa senang yang terdapat pada otak teraktivasi saat kamu mendengar suara ponsel berdering. Ini sebabnya mengapa orang kerap mendengar suara ponsel berdering, padahal sejatinya ponselnya tidak berbunyi. Nah, bila seseorang merasakan hal ini maka media sosial dan ponsel telah berdampak pada sistem sarafnya.

Tulis Komentar

loading...