Mengenal Pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP)

Pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP) adalah pemeriksaan plasma protein yang hasilnya meningkat saat adanya proses inflamasi di dalam tubuh.

Baca juga: 6 Jenis Makanan Yang Dapat Turunkan Risiko Inflamasi Otak

C-Reactive Protein (CRP) adalah salah satu plasma protein yang dikenal dengan istilah fase akut protein. Artinya, plasma protein yang konsentrasinya meningkat atau menurun lebih dari 25% saat terjadinya gangguan inflamasi.

Saat terjadinya proses inflamasi di dalam tubuh, kadar CRP di dalam darah bisa meningkat sampai 1000 kali lipat. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan CRP antara lain, infeksi, trauma, operasi pembedahan, luka bakar, terjadinya proses inflamasi tertentu di dalam tubuh dan kanker stadium lanjut. CRP juga bisa meningkat sedang saat seseorang yang melakukan olahraga berat, terkena sengatan panas dan saat proses persalinan. Pada stress psikologis dan beberapa penyakit kejiwaan, CRP mengalami peningkatan dalam jumlah kecil.

Meskipun tidak bisa secara langsung digunakan untuk menegakan diagnosa, peningkatan CRP memiliki makna yang cukup penting dalam proses pengobatan. Adanya peningkatan CRP berarti di dalam tubuh pasien telah terjadi proses inflamasi sehingga bisa dijadikan pegangan dalam melanjutkan pengobatan.

Baca juga: Wow! Daftar Makanan Untuk Penis Pria Agar Tampil Perkasa

Sejak diketahui bahwa proses inflamasi merupakan salah satu faktor utama terbentuknya penyakit jantung koroner, pemeriksaan awal terjadinya proses inflamasi menjadi penting untuk memantau kesehatan jantung. Angka CRP juga bisa dijadikan pegangan dalam menentukan faktor risiko penyakit jantung seperti halnya tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol.

Tulis Komentar

loading...

loading...