Kabar Gembira!!! Alat Kontrasepsi Pria Berbentuk Gel

Berbicara tentang alat kontrasepsi, perkembangannya terhitung sangat cepat terutama dalam beberapa dekade terakhir. Sayangnya, inovasi dan metode baru kontrasepsi ini kebanyakan menyasar kaum wanita. Lalu bagaimana dengan metode kontrasepsi untuk pria?

Baca juga: Utung Ruginya Pil Kontrasepsi

Selama ini kita hanya mengenal kondom dan vasektomi sebagai metode kontrasepsi andalan bagi pria. Selama bertahun tahun hampir belum pernah kita mengenal metode kontrasepsi pria selain kondom dan vasektomi. Nah, setelah sekian puluh tahun, ada berita gembira datang dari University of Washington (UW) School of Medicine, Amerika Serikat. Para ahli di sana berhasil menemukan sebuah metode kontrasepsi baru bagi pria yakni berupa gel.

Alat kontrasepsi gel ini dirancang untuk digunakan sekali dalam sehari. Gel yang dioleskan pada kulit lengan akan terserap ke dalam kulit. Begitu terserap, konsentrasi sperma akan berangsur angsur berkurang sehingga tidak mungkin untuk menghamili seorang wanita. Jangan khawatir, metode ini dijamin 100 persen aman dan tidak akan menganggu kesuburan seorang pria. Begitu penggunaannya dihentikan maka pria tersebut akan subur kembali.

“Segala sesuatunya masih normal,” demikian menurut Dr. William Bremner, Professor of Medicine at the UW School of Medicine. “Segala fungsi sistem reproduksi pria tetap berjalan normal. Fungsi testosteron normal dan ejakulasi pun berlangsung dengan normal. Bahkan volume cairan yang keluar saat ejakulasi pun normal. Yang membedakan adalah sel sperma yang keluar saat ejakulasi sudah tidak ada lagi.”

Gel yang kemungkinan besar diberi nama NES/T ini merupakan kombinasi antara testosterone dengan nestorone. Metode kontrasepsi hormonal kombinasi seperti ini sebenarnya sudah jamak di kalangan wanita. Saat ini di pasaran telah banyak pil kombinasi hormonal untuk kontrasepsi wanita seperti kombinasi antara estrogen dan progestin. Khusus untuk NES/T, kombinasi antara testosterone dan nestorone ini bekerja dengan menghambat hormon kelenjar pituitary menghasilkan hormon yang merangsang produksi sel sperma.

Baca juga: Minum Pil KB Ini Jika Ingin Lebih Sering Berhubungan Intim

Saat ini NES/T telah memasuki uji klinis tahap akhir pada manusia. Jadi, para ilmuwan peneliti NES/T sedang mencari pasangan usia subur yang bersedia untuk mencoba keampuhan NES/T dalam mencegah kehamilan.

loading...

loading...