Benarkah Kita Butuh 8 Gelas Air Setiap Hari? Baca Mitos Minum Air Lainnya

Air sangat penting bagi tubuh manusia agar tetap bisa berfungsi dengan optimal. Hal ini tidak mengherankan karena sebagian besar tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjaga agar tubuh tidak dehidrasi atau kekurangan air, kita perlu minum air yang cukup setiap harinya. Air yang diminum adalah air yang  bersih dan sehat, gak masalah itu air mineral atau air minum yang lain.

Baca juga: Ancaman Kesehatan di Balik Beningnya Air Kolam Renang

Bicara tentang air, ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang kebiasaan minum air. Ada yang menganggap minum air dapat membantu menurunkan berat badan, ada yang menganggap minum air dapat mengatasi sembelit dan lain lain. Benarkah anggapan atau mitos tersebut?

Berikut 7 mitos tentang kebiasaan minum air yang penting untuk diketahui:

1. Minum air selalu dapat mengatasi sembelit

Bila sebelumnya kamu pernah berhasil mengatasi konstipasi atau sembelit dengan minum air yang banyak, cara itu belum tentu berhasil saat kamu melakukan lagi di masa yang akan datang. Mengatasi sembelit dengan cara minum yang banyak hanya berhasil bila sembelitnya disebabkan oleh dehidrasi. Saat tidak dehidrasi, minum air yang banyak tidak akan membantu mengatasi sembelit.

2. Orang bisa dengan mudah mengalami kelebihan air di dalam tubuh

Tidak sedikit orang yang mengkhawatirkan terjadinya overhidrasi atau tubuh kelebihan air saat minum air yang banyak. Memang benar tubuh bisa mengalami overhidrasi, tetapi proses terjadinya tidaklah mudah. Orang bisa mengalami overhidrasi saat minum air yang banyak dalam waktu yang singkat. Hal ini tentu sangat jarang dilakukan dalam kondisi normal. Kebanyakan dari kita minum air dalam jumlah besar yang dibagi dalam beberapa gelas sepanjang hari.

3. Kita butuh delapan gelas air setiap hari

Delapan gelas air setiap hari memang ideal untuk beberapa orang, tapi tidak untuk semua orang. Jumlah air yang dibutuhkan tubuh sangat tergantung dari tingkat aktivitas, ukuran tubuh, jenis kelamin, usia dan kelembaban udara. Sebagai contoh, orang yang aktivitasnya tinggi dengan ukuran tubuh yang besar akan membutuhkan air lebih banyak dari delapan gelas setiap hari.

4. Urine berwarna kuning selalu merupakan tanda dehidrasi

Urine berwarna kuning memang merupakan salah satu tanda tubuh mengalami dehidrasi, tetapi harus diingat, warna kuning pada urine juga dipengaruhi oleh makanan yang kita makan. Misalnya saat kita mengonsumsi suplemen vitamin B maka warna urine akan berubah menjadi kekuningan. Jadi harap diingat, jika warna urine tiba tiba berwarna kuning, jangan buru buru minum air yang banyak, pertama tama cobalah untuk menelaah makanan yang kita makan sebelumnya, apakah ada makanan jenis baru yang kita makan.

5. Kita membutuhkan air dalam kemasan yang mengandung elektrolit

Ada anggapan yang salah tentang keharusan minum air berelektrolit saat kita berolahraga. Memang benar, minum minuman yang mengandung elektrolit dapat membantu menggantikan elekrolit tubuh yang hilang saat berolahraga, tetapi hal itu bukanlah suatu keharusan. Kamu bisa mendapatkan elektrolit dari makanan seperti pisang, semangka dan lain lain saat berolahraga.

6. Kopi dapat menyebabkan dehidrasi

Sebelumnya berkembang anggapan yang mengatakan kafein dalam kopi memiliki efek diuretik (merangsang kencing) sehingga berisiko menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. Sayangnya, penelitian belum bisa dengan valid membuktikan hal ini. Bahkan sebaliknya, ada penelitian yang menyimpulkan, minum 4 cangkir kopi setiap hari sama baiknya dengan air untuk mencegah dehidrasi.

Baca juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Kita Menguap?

7. Kita tidak dehidrasi saat tidak haus

Sangat mungkin mengalami dehidrasi saat kita tidak haus, khusus pada mereka yang sudah berusia lanjut. Pada orang usia lanjut, sinyal haus yang diterima otak tidak lagi kuat. Jadi, mereka harus tetap minum yang cukup meskipun saat itu mereka tidak haus.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman