Menyeramkan, Otak Mengecil Karena Stress

Sebuah penelitian terbaru menyimpulkan, orang yang kadar hormon stress-nya tinggi, cenderung memiliki ukuran otak yang lebih kecil.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology ini melaporkan, orang yang kadar hormon kortisol di dalam darahnya rata rata tinggi memiliki ukuran otak yang lebih kecil dan mengalami penurunan kemampuan mengingat. Sebagaimana diketahui, hormon kortisol juga kerap disebut sebagai hormon stress.

Baca juga: 5 Cara Sederhana Mengatasi Stress

Hasil penelitian yang cukup menyeramkan ini ternyata mengundang reaksi beragam dari para ahli. Sebagian dari mereka mengatakan, kesimpulan pengecilan otak yang diakibatkan oleh stress itu terlalu prematur. Penelitian ini hanya memberikan kesimpulan berupa hubungan antara A dan B. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya hubungan sebab akibat antara keduanya.

Ahli yang lain menyebut hasil penelitian ini sebagai sesuatu yang menarik, mengingat kortisol sudah dikenal luas sebagai penyebab dari berbagai masalah yang terjadi di dalam tubuh. Dikatakan, kortisol yang selama ini dikenal hanya puncak dari gunung es. Ada banyak masalah kortisol lainnya yang belum terungkap.

Kortisol adalah hormon yang dihasilkan tubuh sebagai reaksi terhadap berbagai macam stressor, seperti kejadian yang tiba tiba, stress psikologis dan inflamasi kronis. Ini bukan kali pertama para ahli menghubungkan antara kortisol dengan perubahan pada otak. Penelitian sebelumnya juga menemukan hubungan antara peningkatan kadar kortisol dengan mengecilnya beberapa bagian otak, seperti bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pengolahan memori.

Mengecilnya otak merupakan tanda terjadinya masalah neurologis atau masalah kognitif. Meskipun pengecilan otak tidak selalu diartikan sebagai matinya sel otak, tetapi mengecilnya otak dapat menyebabkan menurunnya sistem pendukung dari sel sel otak. Akibatnya tentu saja fungsi otak menjadi terganggu.

Sel sel otak sangat membutuhkan sistem pendukung yang baik agar bisa bekerja optimal. Sistem pendukung tersebut antara lain aliran zat gizi yang cukup termasuk. Pengecilan otak menyebabkan aliran zat gizi ini terganggu sehingga kemampuan otak mengolah informasi juga menjadi tidak maksimal.

Baca juga: Makan Cokelat Dapat Meredakan Stress, Begini Caranya

Hasil penelitian ini memang belum berhasil membuktikan adanya hubungan sebab akibat, tetapi tidak ada salahnya dijadikan pedoman dalam menjaga kesehatan otak. Salah satunya adalah belajar mengendalikan stress sehingga stress tersebut tidak sampai menganggu kesehatan, termasuk kesehatan otak.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman