Makanan Organik Dapat Turunkan Risiko Kanker

Rutin mengonsumsi makanan organik dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, demikian kesimpulan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli dari Perancis.

Baca juga: Organisasi Ini Akhirnya Menyatakan Pewarna Makanan Berbahaya Bagi Anak Anak

Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine ini membandingkan antara mereka yang rutin mengonsumsi makanan organik dengan mereka yang jarang mengonsumsinya. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan organik memiliki risiko 25% lebih rendah menderita kanker dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi makanan organik. Secara absolut, penurunan risikonya mencapai 0,6%.

Untuk tetap sehat, manusia membutuhkan makanan yang sehat dan bergizi baik yang berasal dari pertanian organik maupun konvensional. Makanan sehat dan bergizi ditambah dengan aktivitas fisik yang cukup merupakan faktor protektif tubuh dari serangan sel sel kanker dan penyakit lainnya.

Penelitian yang sifatnya pengamatan seperti ini memang tidak berhasil membuktikan makanan organik sebagai penyebab menurunnya risiko kanker, tetapi penelitian ini sedikitnya bisa memberi gambaran tentang peranan makanan organik dalam menurunkan risiko kanker.

Sebagaimana kita ketahui, standar makanan organik melarang penggunaan pupuk sintetis, pestisida, organisme dengan modifikasi genetik dan obat obatan seperti antibiotika.

Meskipun penelitian sebelumnya ada yang mengatakan bahwa zat kimia yang digunakan dalam pertanian memiliki hubungan dengan penyakit kanker, tetapi para peneliti belum berani menyimpulkan bebasnya makanan organik dari zat kimia merupakan faktor penyebab terjadinya penurunan risiko kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Perancis ini melibatkan responden sebanyak 69.000 orang dewasa. Mereka diminta mengisi kuisioner tentang makanan yang dikonsumsi dalam rentang waktu 3×24 jam terakhir.

Dalam penelitian ini, para peneliti fokus pada 16 jenis makanan organik seperti buah buahan, sayuran, makanan yang berasal dari kedelai, susu, daging dan ikan, telur, gandum dan biji bijian, roti dan sereal, tepung, minyak sayur, makanan siap saji, kopi dan teh, anggur, cookies, cokelat, dan lain lain termasuk suplemen makanan.

Mereka kemudian memberi nilai pada jenis makanan yang dikonsumsi oleh partisipan. Nilai 0 untuk partisipan yang tidak mengonsumsi makanan organik dan nilai 32 untuk partisipan yang mengonsumsi makanan organik dalam jumlah besar.

Baca juga: Benarkah Makanan Pedas Dapat Merusak Lidah?

Setelah dilakukan pengamatan selama 4 sampai 5 tahun semenjak partisipan menjawab kuisioner, partisipan yang menderita kanker berjumlah 1.340 orang. Jenis kanker yang banyak diderita antara lain kanker payudara, kanker prostat, kanker kulit, kanker usus besar dan kanker kelenjar getah bening.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman