Ini Dampak Buruk Gula Bagi Tubuh Manusia

Gula itu memang manis, tetapi dampak gula bagi tubuh ternyata tidak semanis rasanya. Sudah cukup banyak penelitian yang berhasil membuktikan dampak buruk gula bagi tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan. Karena kandungan gula pada makanan kebanyakan tidak terukur maka seseorang yang mengonsumsi makanan yang mengandung gula umumnya tidak menyadari saat gula yang dia konsumsi masuk dalam tahap berlebihan.

Baca juga: Gula Ternyata Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Mental, Ini Alasannya

Berita baiknya, tubuh memiliki mekanisme tertentu yang bisa dijadikan tanda saat asupan gula terlalu banyak. Tanda atau gejala tersebut antara lain:

1. Ketagihan

Meskipun para ahli belum menemui kata sepakat dalam hal gula dapat menimbulkan ketagihan, tetapi tidak sedikit yang berpendapat jika konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang berkeinginan untuk mengonsumsi gula dalam jumlah yang lebih banyak lagi. Di dalam otak, gula memiliki kemampuan mempengaruhi reseptor dopamin sehingga menimbulkan efek toleransi, artinya seseorang yang telah dipengaruhi oleh gula akan mencoba untuk mengonsumsi gula dalam jumlah yang lebih banyak untuk bisa memberikan rasa puas.

2. Jerawat dan penuaan dini pada kulit

Makanan yang kaya gula akan dengan cepat dapat menaikan kadar gula darah dan insulin. Kondisi ini juga akan merangsang produksi androgen, kelenjar minyak dan reaksi inflamasi. Akibatnya, jerawat pun akan tumbuh dengan subur. Masuknya gula ke dalam tubuh secara berlebihan juga akan merusak kolagen dan elastin yang terdapat di dalam kulit. Sebagaimana diketahui, kolagen dan elastin adalah protein yang berperanan penting dalam menjaga keremajaan kulit. Kerusakan kolagen dan elastin yang disebabkan oleh gula dapat menyebabkan kulit tampak lebih tua dari yang seharusnya.

3. Nyeri sendi

Ada banyak penelitian yang berhasil menemukan hubungan antara konsumsi gula dengan peningkatan proses inflamasi di dalam tubuh. Salah satu bagian tubuh yang sangat menderita akibat dari proses inflamasi adalah sendi. Itu sebabnya pada mereka yang terlalu banyak mengonsumsi gula kerap mengalami kekakuan pada sendi yang disertai dengan bengkak dan rasa nyeri. Cobalah mengurangi konsumsi gula jika mengalami gejala tersebut.

4. Tekanan darah tinggi

Manisnya minuman bergula tidak selalu manis untuk jantung. Menurut American Heart Association, gula dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan meningkatkan riisko terjadinya penyakit jantung. Perkumpulan dokter ahli jantung Amerika Serikat itu menganjurkan konsumsi gula tidak lebih dari 100 kalori atau 6 sendok teh setiap hari untuk wanita dan tidak lebih dari 150 kalori atau 9 sendok teh setiap hari untuk pria.

5. Masalah pencernaan

Masalah pencernaan yang bisa terjadi saat seseorang mengonsumsi gula secara berlebihan adalah gangguan keseimbangan bakteri di dalam usus. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic, gula yang masuk ke dalam tubuh sangat disukai oleh bakteri jahat sehingga populasi bakteri ini meningkat dengan pesat. Peningkatan populasi bakteri jahat akan menekan populasi bakteri yang baik. Ketidakseimbangan populasi bakteri ini akan mempengaruhi fungsi dari sistem pencernaan sehingga kita menjadi mudah sakit dan terjadi gangguan metabolisme zat gizi. Segera kurangi konsumsi gula bila kerap mengalami masalah pada saluran cerna.

6. Depresi

Konsumsi gula yang berlebihan dapat mempengaruhi mood seseorang. Salah satu gangguan mood yang terjadi adalah peningkatan risiko depresi. Gangguan mood ini diduga karena terjadinya perubahan kadar gula darah yang berlangsung dengan cepat, gangguan regulasi neurotransmitter dan reaksi inflamasi. Sebaliknya bila seseorang mengonsumsi makanan sehat justru kondisi mood akan meningkat. Kesimpulan dari kondisi ini adalah, makanan yang kita konsumsi tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental.

7. Kerusakan gigi

Kerusakan gigi karena makanan dan minuman bergula kerap dialami oleh anak anak. Meskipun demikian, bukan berarti kerusakan gigi tidak dialami oleh orang dewasa. Setiap makanan atau minuman yang mengandung gula dapat mempemudah terjadinya gigi berlubang. Kondisi ini disebabkan karena tumbuh suburnya bakteri yang dapat menyebabkan lubang pada gigi. Semakin sering dan semakin lama gula yang dikonsumsi berdiam di dalam mulut maka risiko gigi berlubang akan semakin meningkat. Jadi, bila tidak ingin merasakan gigi berlubang, segera batasi konsumsi gula.

8. Peningkatan berat badan

Meningkatkannya berat badan karena kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman bergula sudah barang tentu bukan sesuatu yang aneh lagi. Kalori yang sangat tinggi pada gula dan mudahnya kalori ini masuk ke dalam tubuh menjadi penyebab utama peningkatan berat badan pada mereka yang gemar mengonsumsi gula.

Baca juga: Berapa Kadar Asam Urat, Gula Darah dan Kolesterol Yang Normal?

Itulah 8 gejala atua tanda yang bisa dirasakan saat seseorang mengonsumsi gula secara berlebihan. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari jumlah gula yang dia konsumsi setiap hari terutama bila yang dikonsumsi adalah makanan olahan jadi atau makanan dalam kemasan. Sebagai konsumen yang ingin sehat, sudah sepatutnya kita selalu membaca label kandungan gizi yang terdapat dalam makanan kemasan sehingga kita bisa mengetahui jumlah zat gizi terutama gula yang masuk ke dalam tubuh.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman