6 Penyebab Rasa Sakit Setelah Berhubungan Seks

Hubungan seksual seharusnya menjadi hubungan yang memberikan kenikmatan bagi pasangan seksual. Bagaimana jika setelah berhubungan seksual muncul rasa sakit? Tentu saja hal tersebut bukan sesuatu yang normal. Hubungan seksual seharusnya memberikan rasa yang nyaman, bukan rasa sakit setelah melakukannya.

Nyeri setelah berhubungan seksual ternyata bukan sesuatu yang langka seperti anggapan kebanyakan orang. Menurut para ahli, satu diantara tiga orang wanita pernah merasakan rasa sakit selama dan setelah berhubungan seksual. Kondisi ini tentu saja tidak bagus bagi keharmonisan hidup berumah tangga bila dibiarkan berlarut larut.

Baca juga: Ini Yang Harus Dilakukan Wanita Saat Berhubungan Intim Dengan Pria Yang Penisnya Besar

Kamu tentu penasaran, apa sih yang menyebabkan munculnya rasa sakit selama atau setelah berhubungan seksual? Berikut 6 penyebab yang paling umum dari munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual.

Kamu menderita penyakit infeksi saluran kemih

Penyakit infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita kaum wanita. Menurut National Kidney Foundation, satu dari lima orang wanita pernah mengalaminya. Proses inflamasi yang terjadi pada daerah panggul menyebabkan terjadinya spasme pada daerah tersebut. Saat berhubungan seksual, penis yang keluar masuk secara terus menerus menekan dinding vagina yang spasme sehingga menimbulkan rasa sakit.

Bila kamu mengalami gejala gejala infeksi saluran kemih seperti rasa tidak nyaman saat buang air kecil, segeralah ke dokter untuk berobat. Pengobatan infeksi saluran kemih kebanyakan membutuhkan antibiotika karena penyebab infeksi saluran kemih pada umumnya adalah bakteri.

Penis pasanganmu terlalu besar

Disinilah ukuran penis memegang peranan yang sangat penting. Saat ukuran penis yang terlalu besar masuk ke dalam vagina, dinding vagina akan meregang dan berisiko menyebabkan kram pada daerah tersebut. Kram inilah yang menyebabkan seorang wanita merasakan ketidaknyamanan setelah berhubungan seksual. Untuk mengatasi masalah ini, cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan cairan pelumas sehingga penis yang ukurannya diatas standar bisa masuk dengan mudah.

Kamu menderita kista ovarium

Kebanyakan kista ovarium yang ukurannya kecil akan hilang dengan sendirinya dalam dua sampai tiga bulan. Namun, pada beberapa kasus, kista ovarium ini tidak mengecil dan bahkan bertambah besar. Kista ovarium yang terlalu besar akan menekan organ di sekitar ovarium sehingga menimbulkan rasa sakit selama dan setelah hubungan seksual.

Kista ovarium yang terlalu besar atau lebih dari 4 inchi membutuhkan tindakan bedah untuk pengangkatan. Jadi, bila kamu mengalami keluhan rasa sakit yang terus menerus selama dan setelah berhubungan seksual, maka sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan deteksi dini kemungkinan adanya kista pada ovarium.

Kamu menderita endometriosis

Menurut sebuah penelitian diperkirakan 1 diantara 10 orang wanita menderita endometriosis. Penyakit ini ditandai dengan tumbuhnya jaringan rahim (endometrium) di luar rahim. Kebanyakan jaringan rahim yang tumbuh di luar rahim berada di rongga panggul. Endometriosis menimbulkan masalah saat berhubungan seksual jika jaringan rahim tersebut tumbuh di belakang vagina. Selain nyeri saat berhubungan seksual, endometriosis juga menimbulkan gejala berupa nyeri yang luar biasa saat haid.

Kamu menderita penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi yang terjadi pada organ bagian atas dari sistem reproduksi wanita. Penyakit ini umumnya disebabkan karena tidak tuntasnya pengobatan infeksi menular seksual, seperti gonorrhea dan chlamydia. Proses inflamasi yang terjadi pada rongga panggul menyebabkan timbulnya rasa sakit selama dan setelah berhubungan seksual.

Baca juga: Masalah Masalah Kesehatan Pada Penis

Kamu alergi terhadap sperma pasanganmu

Meskipun kasus ini sangat jarang, tetapi tidak menutup kemungkinan sebagai salah satu penyebab masalah yang kamu hadapi saat berhubungan intim dengan pasanganmu. Gejala alergi sperma bisa lokal pada daerah vagina atau daerah yang terkena sperma atau bisa juga sistemik yang gejalanya muncul pada organ tubuh yang lain. Bila kamu mengalami nyeri setelah berhubungan seksual disertai rasa gatal dan bengkak pada vagina maka ada kemungkinan kamu menderita alergi sperma.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman