Ketombe, Masalah Rambut Yang Menjengkelkan

Selain kerontokan, ketombe adalah masalah yang kerap terjadi pada rambut kepala. Selain merusak penampilan, ketombe juga sangat sulit dibasmi. Melalui tulisan kali ini, saya akan mencoba mengupas sedikit tentang ketombe.

Ketombe adalah masalah kulit kepala menahun yang ditandai dengan pengelupasan kulit kepala. Ketombe memang tidak menular dan bukan masalah kesehatan serius, tetapi memiliki rambut berketombe sangatlah tidak sedap dipandang dan kadang sangat sulit untuk diobati.

Baca juga: 5 Obat Alami Untuk Rambut Rontok Penyebab Kebotakan

Berita baiknya, kebanyakan kasus ketombe ringan bisa diatasi dengan baik. Kamu cukup mencuci rambut secara rutin dengan shampoo anti ketombe maka ketombe yang ada di rambut kepalamu bisa diatasi dengan baik. Untuk kasus kasus ketombe yang agak berat, respon pengobatan dengan shampoo anti ketombe biasanya membuahkan hasil yang memuaskan.

Apa saja gejala yang dialami oleh seseorang yang berketombe?

Pada kebanyakan orang, gejala ketombe sangat mudah diketahui. Serpihan ketombe yang berwarna putih dan berminyak biasanya nempel pada rambut dan bahu pakaian. Kadang, ketombe menimbulkan rasa gatal pada kulit kepala. Ketombe biasanya makin parah saat musim hujan dan membaik pada musim kemarau. Pengaruh musim ini karena perubahan kelembaban udara.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Kebanyakan kasus ketombe tidak memerlukan penanganan dokter. Namun, bila pengobatan dengan shampoo anti ketombe tidak berhasil atau kulit kepala memerah/meradang, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis kulit. Kadang ketombe merupakan gejala dari dermatitis seboroik yang butuh penanganan khusus dari dokter.

Dermatitis seboroik merupakan kelainan pada kulit kepala yang ditandai dengan kulit yang iritatif, berminyak dan berketombe. Pada dermatitis seboroik, ketombe yang muncul sangat berminyak dan banyak. Selain pada kulit kepala, dermatitis seboroik juga bisa muncul di bulu mata, di isi hidung, di belakang telinga, pada daerah dada, selangkangan dan kadang pada ketiak.

Apa penyebab ketombe?

Penyebab ketombe yang paling sering adalah karena malas keramas atau mencuci rambut. Jarang keramas membuat minyak dan sel sel kulit kepala yang sudah mati menumpuk membentuk ketombe.

Ketombe juga bisa disebabkan oleh jamur malassezia yang memang biasa hidup di kulit kepala orang dewasa. Namun pada beberapa orang, kulit kepala yang sensitif dan iritatif menyebabkan jamur ini berkembang dan menimbulkan masalah berupa ketombe. Pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab adalah, mengapa malassezia bisa mengiritasi kulit kepala pada orang orang tertentu?

Mengelupasnya kulit pada mereka yang kulit kepalanya kering akan tampak seperti ketombe. Namun, rontokan kulit kering ini biasanya lebih kecil dari ketombe dan tidak terlalu berminyak. Pengelupasan akibat kulit kering juga terjadi pada bagian tubuh yang lain seperti kaki dan tangan. Pengelupasan kulit pada mereka yang kulitnya kering jarang berwarna kemerahan dan meradang.

Baca juga: Cara Menghilangkan Kutu Rambut Dengan Lidah Buaya

Terlalu sensitif terhadap produk perawatan rambut juga bisa menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan berketombe. Kondisi ini kerap disebut dengan istilah dermatitis kontak. Gejalanya berupa gatal, kemerahan dan ketombe.

Apa saja faktor risiko yang mempermudah rambut berketombe?

Hampir setiap orang bisa mengalami rambut berketombe, tetapi ada beberapa faktor risiko yang memudahkan seseorang menderita ketombe. Faktor risiko terebut antara lain:

Usia

Ketombe biasanya dimulai pada usia remaja dan berlanjut sampai usia pertengahan. Pada beberapa orang, ketombe bisa dialami sepanjang hidup.

Pria

Pria lebih mudah berketombe bila dibandingkan dengan wanita. Hal ini diduga karena pengaruh hormonal pada pria.

Rambut/kulit kepala berminyak

Minyak pada kulit kepala merupakan makanan yang lezat bagi jamur malassezia. Itu sebabnya, mereka yang kulitnya kepalanya sangat berminyak memiliki risiko tinggi menderita ketombe.

Penyakit penyakit tertentu

Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan seseorang mudah berketombe, diantaranya adalah penyakit penyakit neurologis/saraf. Contohnya pada pasien Parkinson yang lebih mudah menderita dermatitis seboroik dan mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pengidah HIV/AIDS.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman