Mengenal Diabetes Tipe 3

motorqq
win228

Bila selama ini kita mengenal istilah diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 untuk membedakan penyakit diabetes melitus berdasarkan perjalanan penyakitnya, kini ada satu lagi istilah diabetes yang jarang kedengaran. Yap, jenis diabetes tipe baru tersebut adalah diabetes tipe 3.

Baca juga: Waspadai 5 Dampak Diabetes Bagi Tubuh Anda!

Diabetes tipe 3 merupakan istilah untuk resistensi insulin yang terjadi pada penderita penyakit Alzheimer. Resistensi insulin yang dialami oleh penderita Alzheimer terjadi pada sel sel saraf otak (neuron). Meskipun istilah diabetes tipe 3 belum diterima secara universal, tetapi beberapi ahli meyakini bahwa penyakit Alzheimer merupakan tipe diabetes yang terjadi dan berdampak pada otak.

Memuat...

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa resistensi insulin yang terjadi pada otak merupakan bagian dari perjalanan penyakit Alzheimer. Pembuktian tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara diabetes tipe 2 dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer.

Mencari tahu hubungan antara diabetes melitus dengan penyakit Alzheimer ini penting mengingat sulitnya menemukan pengobatan yang optimal bagi penderita Alzheimer. Para ahli berpendapat, keberhasilan pengobatan diabetes melitus bisa jadi merupakan pintu pembuka bagi pengobatan penyakit Alzheimer.

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.

Seiring perkembangan waktu, gejala akan meningkat. Penderita penyakit Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif. Pada kasus yang parah, penderita penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Baca juga: Tips Menu Sarapan Pagi Sehat Bagi Pengidap Diabetes

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, di antaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat, berjenis kelamin wanita, berusia di atas 65 tahun, memiliki orang tua atau saudara kandung yang sakit Alzheimer, memiliki riwayat penyakit jantung, dan pernah mengalami luka berat di kepala.

loading...