Ini Alasan Mengapa Sperma Lebih Menyukai Celana Boxer

Sebagai cowok, dalam keseharian kamu lebih sering memakai celana dalam yang ketat atau celana boxer yang longgar? Bila kamu memilih celana boxer yang longgar maka melalui tulisan ini saya ucapkan selamat. Mengapa? Karena menurut penelitian terbaru, cowok yang suka memakai celana boxer memiliki tingkat kesuburan (fertilitas) yang lebih baik bila dibandingkan dengan cowok yang suka memakai celana dalam yang ketat.

Baca juga: Benjolan Kasar Di Kepala Mr P Dekat Lubang Kencing Yang Bikin Penasaran

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Human Reproduction ini, diantara para pasangan yang mengikuti program pengobatan ketidaksuburan, pria pria yang kerap memakai celana dalam ketat memiliki jumlah dan konsentrasi sel sperma yang rendah, Mereka juga mengalami peningkatan kadar hormon yang mengindikasikan adanya masalah pada testis.

Meskipun dampaknya tidak terlalu besar, tetapi bagi pasangan yang sedang berusaha memperoleh keturunan, tidak ada salahnya untuk mengganti celana dalam yang ketat dengan celana boxer yang lebih longgar. Penggantian bisa dilakukan minimal tiga bulan sebelum melakukan program untuk memproleh keturunan.

Selama ini masyarakat kerap menganggap masalah kesuburan semata mata berasal dari pihak wanita. Padahal terjadinya kehamilan itu merupakan kerja tim. Artinya, baik organ reproduksi wanita maupun organ reproduksi pria harus dalam kondisi subur. Pada sebuah kasus ketidaksuburan atau infertilitas, ada kemungkinan sepertiga penyebabnya berasal dari pihak pria, sepertiga lagi dari pihak wanita dan sepertiga sisanya dari sesuatu yang tidak diketahui.

Mengapa kebiasaan memakai celana boxer sebaiknya dilakukan tiga bulan sebelum program kehamilan? Tiga bulan adalah waktu yang dibutuhkan oleh sel sperma untuk tumbuh menjadi dewasa sejak diproduksi di dalam testis. Jadi, sel sperma yang menjadi hasil dari kebiasaan memakai celana boxer hari ini, baru akan dinikmati 3 bulan kemudian.

Peneliti melakukan analisa data dari 646 orang pria yang merupakan pasien Klinik Kesuburan yang bermarkas di Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat. Data yang dihimpun berasal dari rentang waktu antara tahun 2000 sampai 2017. Para pria yang berusia antara 32 sampai 39 tahun itu juga diminta menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kebiasaan memakai celana dalam.

Setelah melakukan penyesuaian terhadap faktor faktor yang mempengaruhi hasil penelitian seperti umur, berat badan dan waktu dari pengambilan data, peneliti mendapatkan kesimpulan, pria yang rutin memakai celana boxer memiliki konsentrasi sel sperma yang 25% lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria yang memakai celana dalam jenis lain. Pria pemakai celana boxer juga memiliki jumlah sel sperma yang 17% lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria yang memakai celana dalam jenis lain.

Dari hasil pemeriksaan darah diperoleh kesimpulan, pria yang kerap memakai celana boxer memiliki kandungan hormon FSH yang 14% lebih rendah bila dibandingkan dengan pria yang memakai celana dalam jenis lain. FSH adalah hormon yang diproduksi oleh testis yang fungsinya untuk “memaksa” testis agar memproduksi sel sperma lebih banyak lagi. Bila kadarnya rendah, artinya testis telah memproduksi sel sperma dalam jumlah yang cukup.

Meskipun mempengaruhi konsentrasi dan jumlah sel sperma, perbedaan kebiasaan memakai celana dalam pada pria tidak mempengaruhi kemampuan pergerakan sel sperma.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Sel Sperma

Gangguan produksi sel sperma yang terjadi pada pria yang memiliki kebiasaan memakai celana ketat kemungkinan disebabkan karena testis tidak memiliki keleluasaan bergerak saat cauaca lingkungan panas. Testis juga ‘dipaksa’ untuk selalu menempel pada tubuh yang memiliki suhu lebih hangat. Sebagaimana diketahui, proses pembentukan sel sperma atau spermatogenesis sangat sensitif terhadap perubahan suhu.

Nah, bagaimana dengan kebiasaanmu memakai celana dalam?

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman