Benarkah Makanan Pedas Dapat Merusak Lidah?

tips pasutri

Saat ini makanan pedas sedang ngetrend di kalangan penggemar kuliner. Ada banyak pilihan makanan pedas yang bisa kita jumpai di hampir setiap sudut kota. Ada ayam geprek pedas, ada mie sambal setan, ada pula nasi pedas dan lain sebagainya. Apakah kamu termasuk penyuka makanan pedas ini?

Saya pribadi sih tidak begitu menyukai makanan pedas sehingga tidak begitu paham sensasi mengonsumsi makanan pedas ini. Namun, menurut mereka yang suka makan makanan pedas, sensasi yang mereka rasakan setelah makan makanan pedas adalah mulut terasa panas, lidah mati rasa, berkeringat dan keluar air mata. Mungkin sensasi itu yang membuat mereka ketagihan mengonsumsi makanan pedas.

Ada salah satu sensasi yang dirasakan saat makan makanan pedas yang menarik perhatian saya yakni lidah yang tiba tiba mati rasa beberapa saat setelah makanan pedas masuk mulut. Apakah ini artinya makanan pedas dapat merusak saraf saraf pengecap yang ada pada lidah?

Menurut penuturan para ahli, indera pengecap kita akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa diantara mereka mempercayai, penurunan kemampuan pengecapan juga disokong oleh makanan terutama makanan yang masuk mulut dalam kondisi panas.

Bagaimana dengan makanan pedas? Ternyata makanan pedas yang masuk mulut tidak merangsang aktivitas reseptor pengecap pada lidah melainkan yang dirangsang adalah aktivitas dari reseptor panas. Jadi, makanan pedas tidak merusak reseptor pengecap pada lidah.

Ketika makanan pedas masuk ke dalam mulut, terjadi pemecahan komponen kimia yang ada pada makanan pedas tersebut. Salah satu komponen kimia yang keluar adalah capsaicin, yang banyak terdapat pada lapisan kulit bagian dalam cabai. Capsaicin ini kemudian merangsang reseptor nyeri pada mulut (TRPV1) yang kemudian mengirimkan sinyal peringatan pada otak bahwa pada mulut terdapat peningkatan panas yang berbahaya.

Karena terdeteksi adanya panas yang berbahaya pada mulut maka selanjutnya tubuh akan bereaksi berupa memproduksi keringat yang berlebihan, meningkatkan aliran darah ke wajah, meningkatkan produksi air mata dan ingus.

Berbeda dengan apa yang ‘dipikirkan’ tubuh, orang yang sedang mengonsumsi makanan pedas justru merasa senang dan ketagihan. Hal ini disebabkan karena capsaicin juga merangsang otak untuk meningkatkan produksi endorphin dan dopamin. Sebagaimana diketahui, kedua neurotransmitter otak ini dalam jumlah tertentu akan memberikan sensasi rasa senang dan bahagia.

Keseringan makan makanan pedas akan membuat lidah kita pintar mentoleransi makanan pedas sehingga makanan pedas itu kian hari kian terasa tidak pedas lagi. Nah, efek toleransi inilah yang kerap dicurigai sebagai kerusakan indera pengecap yang disebabkan oleh makanan pedas. Padahal kondisi saraf saraf pengecap sedang baik baik saja.

Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.