Cacing Tambang

tips pasutri

Cacing tambang adalah parasit usus yang kerap menyebabkan diare dan perasaan tidak nyaman pada perut. Pada kasus infeksi berat, cacing tambang dapat menyebabkan masalah serius pada balita, anak anak, wanita hamil dan orang yang mengalami malnutrisi.

Baca juga: Cacingan

Infeksi cacing tambang umumnya terjadi di daerah daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Sekitar 1 milyar atau seperlima dari total keseluruhan penduduk dunia diperkirakan telah terinfeksi cacing tambang. Jumlah penderita cacing tambang di Indonesia juga sangat tinggi terutama di daerah daerah yang sanitasinya buruk.

Salah satu spesies cacing tambang yang sering menginfeksi manusia adalah Ancylostoma duodenale. Spesies ini banyak ditemukan di bagian selatan benua Eropa, Afrika bagian utara, Asia bagian utara dan beberapa tempat di Amerika Selatan. Spesies cacing tambang lain yang juga kerap menginfeksi manusia adalah Necator americanus yang pernah mewabah di bagian tenggara Amerika Serikat.

Cacing tambang memiliki siklus hidup yang kompleks. Kehidupan cacing tambang mulai dan berakhir di dalam usus manusia. Telur cacing tambang membutuhkan suasana lingkungan yang lembab dan hangat. Telur ini tumbuh sampai menjadi larva di dalam tanah. Setelah menjadi larva, cacing tambang masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit telapak kaki (orang yang suka berjalan tanpa alas kaki) untuk selanjutnya bersama aliran darah menuju paru paru. Dari paru paru, larva cacing tambang selanjutnya naik ke saluran nafas sampai ke mulut lalu tertelan bersama ludah atau makanan masuk ke dalam usus halus. Perjalanan ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu.

Di dalam usus halus, larva cacing tambang kemudian tumbuh menjadi cacing dewasa dengan panjang sekitar setengah inci. Cacing dewasa ini kemudian menempel pada dinding usus untuk menghisap darah. Seekor cacing dewasa bila menghasilkan ribuan telur dan telur telur ini kemudian keluar tubuh bersama dengan feses atau kotoran. Bila telur ini menemukan tanah yang pas untuk tumbuh maka telur ini akan tumbuh menjadi larva dan siap menginfeksi manusia lagi. Perubahan dari telur menjadi larva membutuhkan waktu antara 5 sampai 10 hari.

Infeksi cacing tambang terjadi akibat kontak langsung antara kulit dengan larva cacing yang ada di permukaan tanah. Larva cacing juga bisa masuk ke dalam tubuh saat menelan tanah dengan tidak sengaja. Anak anak rentan terinfeksi cacing tambang karena kerap bermain tanpa alas kaki dan secara tidak sengaja menelan tanah. Karena membutuhkan bantuan tanah untuk perkembangan telur menjadi larva maka infeksi cacing tambang tidak memungkinkan menular dari satu orang ke orang lain secara langsung.

Infeksi cacing tambang yang berat dapat menganggu tumbuh kembang anak anak. Hilangnya zat besi dan protein (dimakan oleh cacing tambang) menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan mental. Gangguan yang timbul bisa menetap sampai dewasa.

Gejala awal dari infeksi cacing tambang dapat berupa gatal dan ruam pada bagian kulit tempat masuknya larva. Gejala ini kemudian bisa diikuti dengan nyeri perut, diare, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan anemia. Cacing tambang juga bisa menyebabkan susah bernafas, pembesaran jantung dan gangguan detak jantung. Infeksi cacing tambang pada bayi bisa menyebabkan masalah serius yang berujung pada kematian.

Baca juga: Makan Sedikit Kok Gemuk, Makan Banyak Kok Kurus? Berikut Penjelasannya!!

Diagnosis cacing tambang ditegakan dengan cara memeriksa adanya telur cacing pada feses. Pengobatan cacing tambang membutuhkan waktu antara 1 sampai 3 hari. Pengobatan bisa diulangi bila penderita tidak mengalami perbaikan seelah 1 sampai 2 minggu. Pemberian suplemen besi dibutuhkan untuk penderita yang mengalami anemia.

Cegah infeksi cacing tambang dengan selalu menggunakan alas kaki saat berjalan di atas tanah, terutama saat berada di daerah daerah yang endemis cacing tambang.

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.