Kalang Kabut Akibat Gempa

Akhirnya baru bisa menulis pagi ini setelah tadi malam kondisi kalang kabut dan panik akibat rumah saya digoncang gempa. Pusat gempa memang tidak di Denpasar, tetapi goncangan gempa yang saya rasakan cukup hebat, mungkin ini merupakan goncangan gempa yang terhebat yang pernah saya rasakan seumur hidup.

Pusat gempa sendiri menurut BMKG berada di sekitar Lombok Utara dengan kekuatan gempa mencapai magnitudo 7.0. Gempa terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018, pukul 19:46:35 WITA, berlokasi di 8.37 LS, 116.4 8BT, dengan kedalaman 15Km. Gempa ini juga sempat diinformasikan berpotensi Tsunami namun kemudian dicabut kembali oleh BMKG setelah kondisi aman. Sumber: https://twitter.com/infoBMKG/status/1026074760814374912.

Masih menurut BMKG, goncangan gempa dirasakan di seluruh pulau Lombok, Sumbawa, Bali dan sebagian Jawa Timur dengan skala yang bervariasi. Skala goncangan yang dirasakan di beberapa kota akibat gempa Lombok diantaranya, (MMI) III Waingapu, II Sawahan, II-III Banyuwangi, V-VI Denpasar, IV Kuta, II-III Situbondo, V-VI Karangasem, V-VI Bima, II-III Malang, VII Mataram. Sekedar catatan, Skala MMI di atas VI kemungkinan besar bisa menyebabkan kerusakan pada bangunan.

Menurut berita yang saya baca pagi ini, data sementara korban meninggal dunia akibat gempa Lombok mencapai 82 orang, sebagian besar berasal dari Lombok Utara. Data ini sifatnya sementara karena ada beberapa daerah yang belum melaporkan kerusakannya dan akses di beberapa tempat mengalami hambatan akibat terputusnya sarana transportasi dan komunikasi.

Di tengah kepanikan masyarakat akibat gempa, saya salut dengan kinerja BMKG yang sedemikian sigap dan cepat menyampaikan informasi. Update informasi gempat setiap saat bisa dilihat di media sosial BMKG bahkan beberapa detik setelah terjadinya gempa. Tidak hanya gempa utama, gemppa gempa susulan pun terupdate dengan baik Kecepatan penyampaian informasi dari instansi yang berwenang ini penting guna mencegah disinformasi di kalangan masyarakat yang rentan menyebabkan kepanikan.

Meskipun BMKG telah menyampaikan informasi secara akurat, tapi ada saja ulah masyarakat yang menyebarkan hoax di tengah bencana. Ada akun twitter dan facebook yang menyebarkan hoax akan adanya gempa susulan yang lebih hebat lagi dengan perkiraan waktu tertentu. Orang orang yang tidak bertanggung jawab seperti ini perlu diberikan tindakan tegas oleh pihak berwajib karena telah merugikan banyak pihak.

Akhirnya, mari kita sama sama menundukan kepala sejenak mendoakan saudara saudara kita di Lombok dan sekitarbta agar diberikan kekuatan dan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman