11 Kemungkinan Penyebab Keringat Malam, Ada Yang Berbahaya

tips pasutri

Berkeringat adalah proses alami tubuh guna menjaga suhu tubuh tetap stabil. Keringat biasanya bercucuran saat seseorang melakukan aktivitas yang berat. Keringat juga bisa muncul saat seseorang berada di suhu lingkungan yang panas. Karena merupakan suatu proses yang alami, berkeringat bukanlah sesuatu yang patut dikhawatirkan.

Namun demikian, tidak semua keringat yang keluar dari kulit berasal dari suatu proses alamiah. Ada kondisi kondisi tertentu yang menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat di saat yang tidak tepat. Salah satunya adalah berkeringat saat tidur di malam hari. Karena bukan merupakan suatu proses yang alamiah, berkeringat di malam hari bahkan bisa terjadi saat suhu kamar dalam kondisi dingin.

Baca juga: Keringat Berlebihan? Atasi Dengan 15 Langkah Mudah

Pertanyaannya, apa yang penyebab dari keringat malam ini? Melalui tulisan ini, saya akan mencoba menerangkan beberapa kemungkinan penyebab dari berkeringat di malam hari.

1. Menopause

Fluktuasi hormonal khususnya penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron menyebabkan wanita menopause mengalami berbagai gejala fisik yang salah satunya adalah berkeringat di malam hari. Gejala lainnya berupa menggigil, haid yang mulai tidak teratur atau bahkan berhenti, perubahan mood, kekeringan pada vagina, metabolisme yang menurun, menipisnya rambut dan lain lain.

Seorang wanita memasuki masa menopause rata rata pada usia 51 tahun. Pada beberapa kasus, menopause bisa terjadi pada wanita yang usianya belum menginjak 40 tahun.

Menopause sendiri adalah suatu kondisi yang normal dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, bukan berarti kamu tidak memiliki pilihan lain saat gejala menopause menganggu kehidupan sehari hari. Artinya, bila seorang wanita menopause mengalami gejala menopause yang berlebihan dan sampai menganggu kehidupannya sehari hari maka wanita tersebut perlu berkonsultasi ke dokter untuk dicarikan solusi mengatasi masalahnya tersebut.

2. Gangguan cemas

Kadang orang berpikir, gangguan cemas hanya berupa rasa khawatir dan takut yang berlebihan. Padahal kondisi emosional saat seseorang mengalami gangguan cemas juga akan berimbas pada keluhan pada fisik. Salah satu keluhan fisik tersebut adalah keringat berlebihan. Selain gangguan cemas, ada beberapa gangguan emosional lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya keringat berlebihan, diantaranya, gangguan panik dan gangguan obsesiv kompulsiv.

Keringat malam yang berlebihan pada orang yang mengalami gangguan cemas bisa jadi merupakan salah satu tanda bahwa gangguan cemasnya belum terkontrol dengan baik. Bila mengalami hal tersebut, segeralah ke dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi gangguan cemas yang dialami.

3. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan produksi keringat yang berlebihan tanpa dicetuskan oleh aktivitas fisik atau suhu lingkungan yang panas. Hiperhidrosis sendiri dibagi menjadi dua jenis yakni hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder. Disebut hiperhidrosis primer jika penyebab hiperhidrosisnya tidak diketahui dengan pasti, sedangkan bila penyebabnya diketahui maka hiperhidrosisnya disebut dengan hiperhidrosis sekunder. Penyebab dari hiperhidrosis sekunder bisa karena masalah kesehatan atau karena mengonsumsi obat obatan tertentu.

Baca juga: Daftar Makanan Yang Dapat Meningkatkan Gairah Bercinta

Pada hiperhidrosis primer, produksi keringat berlebihan biasanya terjadi pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada dahi, ketiak, telapak tangan dan telapak kaki, sedangkan pada hiperhidrosis sekunder, produksi keringat berlebihan terjadi pada area tubuh yang lebih luas. Perbedaan lainnya, hiperhidrosis primer umumnya terjadi saat kita terjaga, sedangkan hiperhidrosis sekunder kerap terjadi pada saat kita tidur di malam hari.

Penanganan hiperhidrosis umumnya dilakukan pada penderita hiperhidrosis sekunder. Itu pun penanganannya dilakukan pada penyebab dari hiperhidrosisnya.

4. Obat obatan

Ada banyak obat yang dapat memberikan efek samping berupa keringat di malam hari. Beberapa diantaranya adalah obat anti diabetes dan obat obatan kanker. Bila obat obatan dicurigai dengan penyebab terjadinya keringat malam, segeralah kontrol ulang ke dokter untuk dicarikan alternatif pengobatan lain yang tidak menimbulkan efek samping keringat malam. Jangan mencoba menghentikan pengobatan sendiri karena bisa menyebabkan efek yang lebih buruk bagi tubuh.

5. Hipertiroid

Hipertiroid adalah suatu kondisi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin secara berlebihan. Sebagaimana diketahui, hormon tiroksin berperanan penting dalam proses pemanfaatan energi tubuh. Bila hormon ini kadarnya berlebihan di dalam tubuh maka gejala yang timbul dapat berupa keringat malam, penurunan berat badan, peningkatan nafsu makan, detak jantung meningkat, kecemasan dan lain lain.

Diagnosa hipertiroid dilakukan dengan pemeriksaan darah yakni memeriksa kadar hormon tiroksin di dalam darah. Ada banyak pilihan pengobatan untuk hipertiroid, diantaranya dengan cara menghentikan produksi hormon tiroksin, menurunkan detak jantung dan pengobatan untuk gejala yang lain.

6. Sumbatan nafas saat tidur

Sumbatan nafas saat tidur atau kerap disebut obstructive sleep apnea adalah suatu gangguan tidur yang disebabkan oleh terhentinya nafas secara tiba tiba saat tidur. Saat tidur, otot otot pada tenggorokan akan relaksasi sehingga tidak menganggu lalu lintas pernafasan, kondisi ini tiba tiba berubah pada penderita sumbatan nafas saat tidur. Otot otot tenggorokan tiba tiba berkonstraksi sehingga nafas tersumbat beberapa saat.

Gejala sumbatan nafas saat tidur diantaranya keringat malam, mendengkur, merasa lemas sepanjang hari, kerap terbangun di malam hari karena merasa tercekik. Ada banyak pilihan pengobatan untuk keluhan ini, beberapa diantaranya adalah dengan mengubah pola hidup.

7. Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Meskipun organ tubuh yang paling sering terkena dampaknya adalah paru paru, tuberkulosis juga bisa menyerang ginjal, tulang belakang dan otak. Gejala yang dialami oleh seseorang yang menderita tuberkulosis meliputi demam, keringat malam, penurunan berat badan, menurunnya nafsu makan, batuk lama lebih dari tiga minggu.

Penularan tuberkulosis atau TBC sangat mudah yakni melalui percikan ludah penderita. Penyakit ini sangat mudah dialami oleh mereka yang kondisi daya tahan tubuhnya sedang menurun, misalnya pada pengidap HIV. Meskipun TBC merupakan salah satu penyakit yang menakutkan dan berbahaya, pengobatan TBC saat ini sudah sangat lengkap. Di Indonesia sendiri, obat TBC bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas.

8. Brucellosis

Brucellosis adalah infeksi bakteri yang didapat manusia dari hewan. Penularan umumnya terjadi dari susu yang tidak terparturisasi dengan baik. Penularan juga bisa melalui udara saat kontak dekat dengan hewan yang sedang terinfeksi.

Gejala brucellosis meliputi demam, menggigil, berkeringat, lemas, lesu, nyeri pada sendi dan otot serta tulang belakang, menurunnnya nafsu makan dan sakit kepala. Pengobatan brucellosis membutuhkan waktu yang cukup lama yakni sekitar 6 minggu menggunakan antibiotika.

Baca juga: Manfaat Tidur Telanjang Menurut Ahli

9. HIV/AIDS

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh (darah, cairan sperma/semen, cairan vagina, cairan anus dan air susu ibu) dengan orang yang telah terinfeksi. Di dalam tubuh, HIV akan merusak sel T (CD4) yang berperanan sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Bila tidak diobati dengan baik pengidap HIV bisa jatuh ke kondisi AIDSt, yang mana saat itu telah terjadi berbagai macam infeksi opurtunistik yang memanfaatkan penurunan sistem kekebalan tubuh manusia.

Sebulan atau dua bulan setelah terinfeksi HIV, seseorang akan mengalami gejala seperti flu dalam beberapa minggu. Gejala tersebut diantaranya demam, ruam pada kulit, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, nyeri menelan dan pembengkakan kelenjar limfe. Saat demam inilah, pengidap HIV akan merasakan adanya keringat berlebihan di malam hari.

10. Semua hal yang menyebabkan demam

Bila diperhatikan apa yang saya tulis di atas pasti bisa meraba raba sebagian besar penyebab keringat malam adalah karena demam. Yap, saat suhu tubuh meningkat, tubuh akan berusaha mendinginkan tubuh dengan cara memproduksi keringat. Jadi, apapun yang menyebabkan suhu tubuh meningkat, juga merupakan penyebab terjadinya keringat malam.

11. Pheochromocytoma

Pheochromocytoma memang agak asing di telinga. Yap, penyakit ini merupakan penyakit langka yang ditandai dengan adanya tumor jinak pada kelenjar adrenal. Sebagaimana diketahui, kelenjar adrenal memproduksi beberapa jenis hormon yang berperanan penting dalam metabolisme tubuh, diantaranya kortisol dan adrenalin.

Meskipun tergolong tumor jinak, gejala gangguan produksi hormon yang disebabkan oleh pheochromocytoma cukup beragam dan kadang sangat menganggu. Gejala tersebut diantaranya peningkatan tekanan darah, keringat berlebihan, sakit kepala, peningkatan denyut nadi, tremor, pucat dan nafas pendek.

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.