Kanker Kulit Melanoma Juga Bisa Di Organ Intim, Ini Penjelasannya

tips pasutri

Selama ini kita memang jarang mendengar atau membaca tentang kanker kulit atau melanoma karena kebanyakan dari kita yang tinggal di daerah tropis memiliki risiko rendah menderita penyakit ini. Kondisi sebaliknya terjadi pada orang berkulit cerah yang tinggal di daerah 4 musim. Perbedaan risiko ini terjadi karena kandungan melanosit (pigmen pemberi warna kulit) pada orang yang berkulit gelap jauh lebih tinggi bila dibandingkan orang yang berkulit cerah. Sebagaimana diketahui, melanosit berfungsi salah satunya sebagai pelindung kulit dari bahaya sinar matahari.

Baca juga: Mengatasi Infeksi Jamur Vagina Dengan 9 Cara Mudah

Kanker kulit bisa terjadi di seluruh lapisan bagian luar tubuh termasuk daerah kemaluan. Pada wanita, kanker kulit bisa tumbuh di sekitar kemaluan, di labia mayora dan labia minora serta di liang vagina. Faktanya, dua jenis kanker yang paling sering menyerang vulva (organ intim wanita) adalah kanker kulit. Kedua jenis kanker tersebut adalah kanker sel skuamus vulvar dan melanoma vulvar.

Bagaimana kanker kulit bisa terjadi pada organ intim, padahal kita tahu, organ ini jarang terkena sinar matahari. Hal ini karena tidak semua jenis kanker kulit bisa terjadi akibat dari paparan sinar matahari. Ada kasus melanoma yang terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Nah, untuk kasus seperti ini, perlindungan dengan menggunakan tabir surya terasa tidak bermanfaat.

Selain kasusnya jarang (hanya 6 dari 100 kasus kanker pada organ intim), melanoma pada organ intim juga sangat sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu, mengetahui faktor risiko dan mendeteksi secara dini tanda kanker menjadi hal yang sangat penting.

Apa saja jenis jenis kanker pada organ intim wanita?

Jenis kanker yang paling sering terjadi pada organ intim wanita adalah kanker sel skuamus. Kanker jenis ini disebabkan karena adanya perubahan pada sel kulit yang melapisi vagina dan organ intim. Kanker sel skuamus kerap menyerang wanita pos menopause atau yang usianya antara 70 sampai 80 tahun. Beberapa kasus kanker sel skuamus juga ditemukan pada wanita muda dan kasus ini biasanya berhubungan dengan infeksi HPV. Beberapa faktor risiko dari kanker sel skuamus adalah merokok dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Jenis kanker pada organ intim wanita yang terbanyak kedua adalah melanoma. Jenis kanker ini disebabkan oleh perubahan pada melanosit atau sel yang memberi warna pada kulit. Melanoma pada organ intim kerap dialami oleh wanita usia lanjut, meskipun pada beberapa kasus juga ditemukan pada wanita muda.

Jenis kanker lain yang bisa menyerang organ intim wanita antara lain adenocarcinoma atau kanker yang dimulai dari sel kelenjar dan sarkoma atau kanker yang dimulai dari sel tulang, otot dan jaringan.

Mengapa deteksi dini kanker organ intim wanita sangat sulit?

Melanoma yang ada pada organ intim wanita kebanyakan warnanya mirip dengan warna kulit pada organ intim sehingga sangat sulit untuk dideteksi. Selain itu, perubahan warna pada organ intim wanita memang kerap terjadi dan kebanyakan dari perubahan warna ini adalah karena faktor alamiah.

Karena sulitnya deteksi dini kanker pada organ intim ini maka para wanita dianjurkan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter sehingga bila terjadi perubahan pada organ intim bisa cepat diketahui.

Baca juga: 5 Hal Yang Dapat Menyebabkan Aroma Miss V Berubah

Dengan deteksi dini maka kemungkinan besar kanker organ intim bisa diketahui sedini mungkin dan pengobatan bisa dilakukan dengan cepat. Sebagaimana diketahui, untuk kasus kasus kanker, semakin cepat diobati maka harapan kesembuhan akan semakin meningkat.

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.