Ini Bahayanya Mengonsumsi Makanan Yang Mengandung Pemanis Buatan

tips pasutri

Mungkin sebelumnya kita tidak pernah mempedulikan jenis pemanis yang digunakan pada makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari hari. Kepedulian muncul saat badan bertambah berat dan ada upaya untuk menurunkannya. Yap, salah satu upaya menurunkan berat badan yang kerap dilakukan adalah mengganti gula alami pada makanan dengan pemanis buatan. Sayangnya, beberapa studi terakhir berhasil mengungkap beberapa fakta mengejutkan dari pemanis buatan ini.

Baca juga: Makanan Minuman Olahahan Berisiko Menyebabkan Kanker

Studi terbaru dari pemanis buatan ini dipresentasikan dalam Experimental Biology 2018 Conference, San Diego, California, Amerika Serikat. Menurut studi tersebut, pemanis buatan dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan mengganggu sistem vaskuler.

Kerusakan pembuluh darah dan sistem vaskuler ini tentu saja mengkhawatirkan mengingat pembuluh darah memiliki peranan yang sangat penting dalam penghantaran oksigen dan zat gizi ke seluruh organ tubuh. Bisa dibayangkan bila pembuluh darah mengalami gangguan maka suplai oksigen dan zat gizi ke organ tubuh pun akan mengalami gangguan.

Kerusakan pembuluh darah tidak menjadi satu satunya masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh pemanis buatan. Studi sebelumnya berhasil menemukan adanya hubungan antara pemanis buatan dengan beberapa masalah kesehatan serius seperti kanker, peningkatan kadar gula darah, gangguan keseimbaangan hormon pada otak dan diabetes.

Diabete? Yap, pemanis buatan dapat menganggu keseimbangan bakteri normal pada usus sehingga menyebabkan terjadinya gangguan penyerapan glukosa yang berujung pada ketidakseimbangan gula darah.

Anak anak yang mengonsumsi pemanis buatan juga berisiko mengalami pubertas dini. Nah, padahal kita tahu, makanan ringan yang banyak dikonsumsi anak anak memiliki kandungan pemanis buatan yang sangat tinggi, Begitu pula dengan minuman seperti sirup yang mereka konsumsi.

Baca juga: Gula dan Tubuh

Tulisan saya ini bukan untuk menakut nakuti, tetapi lebih kepada untuk membangkitkan kesadaran diri dalam memilih makanan yang lebih sehat bagi diri sendiri dan keluarga.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.