Ini Perbedaan BPJS Kesehatan Dan Asuransi Biasa Yang Jarang Diketahui

Bagi masyarakat menegah ke bawah, kehadiran BPJS merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah kehidupan yang selama ini dialami. Jika sebelumnya mereka kesulitan mendapatkan layanan pengobatan yang layak, setelah adanya BPJS kesempatan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan tersebut jadi semakin besar.

Hal ini tentu saja selaras dengan tujuan pemerintah saat mengeluarkan UU Nomor 24 tahun 2011. Dalam undang-undang tersebut tertulis bahwa setiap penduduk Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan. Untuk mewujudkan hal itu, BPJS diberlakukan dengan menarik biaya premi bulanan yang cukup murah.

Mengingat premi yang sangat terjangkau dengan layanan kesehatan sesuai peraturan pemerintah, kita pasti bertanya-tanya. Apakah masih perlu memiliki asuransi kesehatan swasta? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tahu terlebih dahulu perbedaan antara BPJS Kesehatan dengan asuransi biasa.

Mari kita simak ulasan berikut ini,

1. BPJS Hanya Bisa Digunakan di Rumah Sakit yang Ditunjuk Pemerintah

Asuransi swasta biasanya menerima klaim dari semua rumah sakit meskipun belum bekerja sama. Untuk yang belum bekerja sama, klaim asuransi biasanya dilakukan setelah peserta membayar terlebih dahulu. Sedangkan yang sudah bekerja sama pembayaran dilakukan hanya dengan menunjukkan kartu asuransi.

Hal ini berbeda dengan BPJS. Peserta asuransi kesehatan milik pemerintah tersebut hanya bisa dirawat di rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Meskipun pada kondisi darurat pasien bisa diterima di manapun, tetapi begitu membaik, peserta akan dirujuk ke RS yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

2. BPJS Menggunakan Sistem Rujukan

Untuk berobat ke rumah sakit, peserta BPJS kesehatan harus terlebih dahulu mendapatkan surat rujukan dari Faskes 1. Faskes tingkat pertama biasanya berupa Puskesmas, klinik, dan dokter yang ditunjuk BPJS Kesehatan. Faskes 1 berwenang untuk melakukan diagnosa awal terhadap penyakit untuk selanjutnya menentukan apakah pelayanan kesehatan bisa dilanjutkan ke rumah sakit atau tidak.

Keputusan tersebut merupakan hak mutlak Faskes 1. Jadi peserta tidak bisa seenaknya berobat ke rumah sakit menggunakan BPJS tanpa surat rujukan dari Faskes 1. Hal ini sangat berbeda dengan asuransi biasa yang memperbolehkan pesertanya untuk datang langsung ke rumah sakit manapun dan berobat.

3. BPJS Tidak Memberlakukan Pre-Existing Condition

Sudah menjadi rahasia umum jika asuransi kesehatan biasa tidak mau menanggung peserta dengan penyakit bawaan (pre-existing condition). Beberapa bahkan ada yang mengharuskan calon peserta asuransi untuk melakukan medical check up sebelum mendaftar. Jika terbukti memiliki penyakit bawaan, pihak asuransi dapat menolak calon nasabah tersebut.

Soal ini BPJS Kesehatan lebih “manusiawi.” Untuk menjadi peserta asuransi kesehatan pemerintah ini Anda tidak perlu melakukan medical check up. Setiap warga Indonesia wajib menjadi peserta meskipun memiliki penyakit bawaan. Karena setiap penyakit ditanggung BPJS kecuali beberapa penyakit seperti AIDS dan ketergantungan narkoba.

Untuk informasi lebih lengkap tentang hal ini, Anda dapat mengunjungi situs resmi BPJS atau membaca info BPJS Kesehatan di Traveloka atau langsung lihat di sini.

4. Biaya Premi Bulanan BPJS Lebih Murah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karena menyasar seluruh lapisan masyarakat biaya premi bulanan BPJS cenderung lebih murah dari asuransi biasa. Premi bulanan asuransi pemerintah ini berkisar antara Rp25.500 hingga Rp80.000 per orang.

Selain besaran premi, perbedaan asuransi swasta dengan BPJS terletak pada jangka waktu pembayaran. Asuransi swasta biasanya memberlakukan jangka waktu pembayaran 1, 3, 6 bulan atau 1 tahun maksimal hingga umur nasabah 100 tahun. Sedangkan premi BPJS bisa dibayarkan bulanan selama seumur hidup.

Untuk pengecekan tagihan bulanan atau pembayaran premi, BPJS bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan perusahaan seperti bank BNI, BRI, Mandiri, Kantor Pos dan situs Traveloka

5. BPJS Melayani Berbagai layanan Kesehatan

Dibanding asuransi swasta, layanan kesehatan BPJS memang jauh lebih lengkap meskipun peserta hanya membayar satu jenis premi. Selain rawat inap, BPJS Kesehatan juga melayani rawat jalan, perawatan gigi, kehamilan, proses melahirkan, hingga pembiayaan optik.

Hal tersebut tidak akan bisa didapatkan jika Anda hanya membayar satu macam premi asuransi swasta. Jika ingin menikmati layanan kesehatan tambahan selain yang ditanggung iuran bulanan, peserta biasanya diharuskan membayar biaya tambahan.

Jadi mana yang tepat bagi Anda, asuransi swaata atau BPJS? Semoga informasi di atas

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.