Degenerasi Makular

tips pasutri

tips pasutri

Degenerasi makular adalah penyakit mata yang secara progresif merusak bagian makula mata. Kerusakan makula menyebabkan penderita degenerasi makular tidak bisa melihat dengan jelas bagian tengah dari lapang pandang. Meskipun jarang menyebabkan kebutaan, degenerasi makular dapat menurunkan kemampuan seseorang melihat dengan jelas terutama saat mengemudikan kendaraan, membaca dan melakukan aktivitas lainnya yang membutuhkan penglihatan sentral (lihat gambar di atas).

Baca juga: Apakah Eyelash Dapat Merontokan Bulu Mata Asli?

Makula sendiri terletak di bagian belakang bola mata di tengah tengah retina. Saat kita membaca, sinar yang diterima mata difokuskan ke dalam makula untuk selanjutnya sinar tersebut diterima oleh jutaan sel saraf penglihatan untuk dikirim ke pusat penglihatan di otak. Ini adalah proses penglihatan sentral. Dengan penglihatan sentral yang normal, kita bisa membaca, mengemudikan kendaraan dan melakukan aktivitas lainnya yang membutuhkan penglihatan lurus atau penglihatan sentral.

Ada beberapa bentuk degenerasi makular yang bisa menyerang anak anak dan remaja, diantaranya, degenerasi makular kongenital, degenerasi tapetal central, penyakit Best, penyakit Stargardt dan retinoskisis juvenile. Meskipun demikian, degenerasi makular sebagian besar menyerang orang yang telah berusia diatas 60 tahun. Pada kelompok usia ini, degenerasi makular disebut dengan age-related macular degeneration (AMD atau ARMD).

Pada AMD dibagi menjadi dua tipe, yakni tipe basah dan tipe kering (tipe yang menimbulkan rasa sakit). Gejala awal tipe basah ditandai dengan keluhan berupa garis yang terlihat bergelombang. Keluhan ini disebabkan karena pembentukan pembuluh darah abnormal pada makula menyebabkan terjadinya kebocoran cairan pada bagian bawah makula. Cairan yang terdapat pada bagian bawah makula mendorong makula ke atas sehingga terjadi perubahan bentuk makula yang berujung pada gangguan penglihatan.

Gejala lain yang dialami oleh penderita AMD tipe basah adalah penurunan penglihatan central yang berlangsung sangat cepat. Hal ini berbeda dengan AMD tipe kering yang penurunan penglihatan central berlangsung pelan pelan. Meskipun demikian, baik penderita AMD tipe basah maupun tipe kering akan sama sama mengalami penglihatan yang kabur atau buta pada bagian tengah lapang pandang. Bila gejala ini muncul maka harus segera berkonsultasi ke dokter spesialis mata.

Baca juga: Tips Mencegah Tertular Penyakit Mata Merah

Beberapa jenis suplemen yang mengandung zinc, antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E, serta beta karoten, terbukti dapat menurunkan progresifitas dari AMD tipe kering. Makin dini pemberian suplemen dilakukan maka progresifitas penyakit ini semakin bisa dikurangi.

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.