Cara Mudah Mendapatkan SKP IDI Tanpa Perlu Seminar

tips pasutri

tips pasutri

Setiap lima tahun, dokter yang praktek di Indonesia diwajibkan untuk memperbaharui Surat Tanda Registrasi (STR) ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Salah satu persyaratan yang dibutuhkan dalam proses pembaharuan STR ini adalah Satuan Kredit Partisipasi (SKP) yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Untuk mendapatkan SKP IDI, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh seorang dokter, diantaranya melayani pasien di tempat tempat pelayanan kesehatan, mengikuti kegiatan ilmiah atau seminar, membaca jurnal dan mengikuti beberapa jenis pelatihan untuk meningkatkan keterampilan klinis.

Selama ini, mengikuti seminar merupakan cara yang paling disukai oleh para dokter karena biayanya yang tidak terlalu mahal (kadang gratis) dengan jumlah SKP yang didapatkan lumayan banyak (1 kali mengikuti seminar kadang bisa mendapatkan 4 sampai 6 SKP). Sayangnya, seminar kedokteran umumnya berlangsung di kota kota besar dan hanya bisa diikuti oleh para dokter yang berdomisili di kota kota tersebut.

Lalu bagaimana dengan para dokter yang tinggal di daerah terpencil yang jauh dari kota? Mereka hanya bisa mengandalkan pelayanan pasien untuk mendapatkan SKP. Itu pun dengan jumlah yang sangat terbatas. Jika memaksa diri ikut seminar ke kota, mereka membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk transportasi dan akomodasi selama di kota.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, PB IDI bekerjasama dengan Docquity memberi solusi pemberian SKP melalui sebuah aplikasi mobile yang bisa digunakan oleh para dokter dimanapun dia berada. Aplikasi yang berjalan di sistem operasi Android dan iOS ini berisikan fitur Contiuning Medical Education (CME) yang memberikan SKP bagi para dokter yang mampu menyelesaikan beberapa pertanyaan tentang suatu kasus klinis.

Selain mengikuti CME untuk mendapatkan SKP IDI, para dokter yang bergabung juga bisa berdiskusi tentang kasus kasus medis yang dihadapi saat melayani pasien, terutama bagi para dokter yang berada di daerah terpencil yang mana umumnya dokter yang bertugas di daerah terpencil bekerja sendirian jauh dari teman sejawat yang lain.

Melalui Docquity, para dokter juga bisa berbagi informasi, panduan klinis, jurnal terbaru, polling dan lain lain yang semuanya berguna untuk menambah pengetahuan klinis para dokter yang bergabung di aplikasi Docquity.

Cara bergabung pun sangat mudah dan gratis. Para dokter cukup menyiapkan NPA IDI dan Nomor STR, lalu klik tautan ini untuk mengunduh aplikasi Docquity sesuai dengan sistem operasi ponsel pintar sejawat. Setelah terdaftar, sejawat sudah bisa mengikuti semua CME yang masih berlaku dan mulai berdiskusi dengan teman teman sejawat yang lain.

Akhir kata, selamat bergabung di Docquity dan semoga bermanfaat.

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.