Inilah Perbedaan Autis dan Hiperaktif (ADHD) Yang Perlu Kamu Tahu

Autisme (Gangguan Spektrum Autisme) adalah gangguan perkembangan anak yang mengacu pada berbagai kondisi yang ditandai dengan kurangnya kemampuan dalam berinteraksi sosial, perilaku berulang, dan gangguan dalam berkomunikasi (komunikasi verbal dan nonverbal). Penyebab autis adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.

Banyak juga penderita autisme memiliki kondisi medis tambahan seperti gangguan tidur, kejang dan gangguan pencernaan.

Gejala autisme kadang sudah bisa dideteksi sejak bayi berumur 6 bulan. Deteksi dan terapi sedini mungkin akan sangat membantu penderita autis agar lebih bisa menyesuaikan dirinya dengan orang normal, walaupun tidak jarang terapi harus dilakukan seumur hidup.

Ciri-ciri Anak Autis

Para ilmuan melakukan penelitian terhadap 62 anak yang didiangnosa mengidap autis, dan sebagai pembanding dilakukan penelitian kepada 41 anak lain yang tidak memiliki riwayat klinis autis.

Dari penelitian itu didapatkan, anak autisme memiliki gejala yang bervariasi, sebagian anak sangat hiperaktif, sebagian lagi sangat pasif. Mereka kesulitan mengendalikan emosi mereka, kadang menangis dan tertawa tanpa ada sebab yang jelas.

Gejala lain yang ditemukan adalah, perilaku yang berulang-ulang, mereka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Sebagian mereka ada yang mengepakkan tangan seperti sayap, berputar-putar, dan lain sebagainya.

Pada beberapa penderita autis juga terdapat perbedaan bentuk fisik terutama bentuk wajah.

  1. Memiliki jarak yang lebih lebar antara kedua mata

  2. Bagian tengah wajah lebih sempit, termasuk daerah pipi dan hidung

  3. Memiliki bibir dan philtrum (daerah antara hidung dengan bibir) yang lebih lebar.

Gejala gangguan spektrum autisme ini ada yang sangat ringan, sedang dan bisa sangat parah. Seseorang dengan gejala ringan mungkin hanya memerlukan sedikit bantuan. Tapi anak dengan gejala parah mungkin perlu banyak bantuan untuk belajar dan melakukan pekerjaan sehari-hari. Penderita autis yang mendapatkan terapi sejak dini, sering bisa mengikuti sekolah umum dan bisa bekerja seperti kebanyakan orang.

Penyebab Gangguan Spektrum Autisme

Tidak ada yang tahu apa pasti penyebab gangguan spektrum autisme. Para ilmuwan berpendapat bahwa autisme memiliki keterkaitan dengan genetika dan lingkungan.

Faktor Lingkungan

Infeksi virus, Paparan Racun dan Populasi lingkungan, diduga sebagai faktor penyebab autisme pada anak-anak. Usia orang tua dan adanya komplikasi saat kehamilan dan melahirkan juga dipercaya sebagai faktor penyebab lainnya.

Faktor Genetika

Ada bukti kuat yang menyatakan perubahan dalam gen berkontribusi pada terjadinya autisme. Menurut National Institute of Health, keluarga yang memiliki satu anak autisme memiliki peluang 1-20 kali lebih besar untuk melahirkan anak yang juga autisme.

Penelitian pada anak kembar menemukan, jika salah satu anak autis, kembarannya kemungkinan besar memiliki gangguan yang sama.

Perbedaan Autis dengan ADHD

Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) adalah kelainan pada anak yang ditandai dengan perilaku sangat akttif (hiperaktif), mereka tidak bisa konsentrasi, tidak bisa duduk tenang, tidak suka bergaul karna sibuk dengan dunianya sendiri dan sering gagal menyelesaikan suatu tugas yang diberikan kepadanya.

Memang terdapat banyak kesamaan antara anak dengan ADHD dan anak autis, dan beberapa orang tua mungkin sulit membedakan gejala kedua penyakit tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa perbedaan yang bisa ditemukan pada anak dengan ADHD dan anak autis.

Kemampuan Berkomunikasi

Seorang anak ADHD mungkin memiliki beberapa kesulitan komunikasi atau kesulitan untuk menangkap beberapa aspek bahasa terutama jika mereka memiliki kondisi ketidakmampuan belajar atau masalah kesulitan dalam berbicara. Namun secara keseluruhan, anak autisme akan memiliki lebih banyak kesulitan dalam berkomunikasi.

Kesulitan ini tidak terbatas pada bahasa ekspresi. Anak autis memiliki keterbatasan besar dalam mengartikan bahasa tubuh, ekspresi wajah, nada suara, sarkasme, dan elemen komunikasi non verbal lainnya.

Kemampuan Bersosialisasi

Anak ADHD memiliki kemampuan bersosial lebih bagus daripada anak autis, walaupun beberapa anak hiperaktif terkadang mengalami kesulitan dalam berinteraksi. Anak dengan spektrum autisme akan mengalihkan tatapan mereka agar tidak melihat ke mata seseorang secara langsung karena membuat mereka merasa tidak nyaman.

Melakukan Hal Yang Sama Berulang

Seorang anak dengan autisme selalu menginginkan jenis makanan yang sama, terlalu terikat pada satu mainan atau baju yang sama. Mereka akan menjadi kesal saat rutinitas berubah. Seorang anak dengan ADHD tidak suka melakukan hal yang sama lagi atau untuk waktu yang lama.

Perawatan dan Nutrisi Untuk Anak ADHD dan Autisme

Membedakan autisme dan ADHD memang hal yang sangat sulit untuk semua orang tua tak terkecuali para dokter, karena kemiripan gejala dan ciri ciri pengidapnya. Merawat anak yang mengidap ADHD dan autisme membutuhkan kombinasi antara terapi obat dan periaku yang khusus, dan perlu diketahui perawatan ini bukan ditujukan untuk menyembuhkan, namun memperbaiki kualitas hidup si kecil.

Pemenuhan nutrisi untuk anak ADHD dan autisme sangatlah penting karena seringkali para pengidap melakukan aktivitas yang padat dan tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup. Hal ini membuat anak ADHD dan autisme sering jatuh sakit. Pemberian suplemen Bio Strath dapat membantu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak sehari-harinya, meningkatkan konsentrasi, membantu perkembangan otak, serta memperbaiki nafsu makan si kecil.

Bio Strath merupakan vitamin herbal yang mengandung 61 nutrisi berbeda, terdiri dari 19 mineral, 18 asam amino, 13 zat pembangun lainnya, dan 11 vitamin yang dibutuhkan sehari-hari oleh tubuh. Bio Strath tersedia dalam bentuk tablet dan cairan, namun untuk anak ADHD dan Autis disarankan untuk mengkonsumsi Bio Strath tablet, karena Bio Strath cair mengandung jeruk (manis) sehingga tidak dianjurkan untuk anak Autis dan ADHD.

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

loading...