Arti Kesejawatan Dalam Profesi Dokter

tips pasutri

tips pasutri

Kesejawatan:

  1. Ciri sebuah profesi
  2. Etika
  3. Berbentuk nilai dan norma
  4. Kebersamaan, persaudaraan dan tolong menolong
  5. Penyimpangan mengakibatkan pengucilan (etik), sanksi hukum (norma)

Problem kesejawatan:

  1. Terkikisnya rasa kesejawatan
  2. Kurang memahami nilai dan norma kesejawatan

Tantangan kesejawatan:

  1. Kompetisi tinggi
  2. Reorientasi pelayanan kesehatan
  3. Tuntutan manajemen fasilitas kesehatan
  4. Kekosongan peraturan dalam pelayanan kesehatan

Kode etik kedokteran:

  • Setiap dokter memperlakukan teman sejawat sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan
  • Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan persetujuan keduanya atau berdasarkan prosedur yg etis.

Menjaga nama baik:

  • Menggunjing teman sejawat
  • Meremehkan teman sejawat
  • Menjelekjelekkan teman sejawat
  • Menceritakan kelemahan/kekurangan teman sejawat
  • Memfitnah teman sejawat
  • Memberi kesempatan pada pasien untuk menjelekkan teman sejawat

Menahan diri:

  • Bertengkar dengan teman sejawat
  • Melaporkan teman sejawat
  • Memberi nasihat pada teman sejawat yang berbuat kesalahan dalam suasana kesejawatan (forum komite medis)
  • Tidak mengomentari yang dilakukan teman sejawat di depan pasien

Tolong menolong:

  • Menolong sejawat bila terjena kesulitan, musibah, kesusahan
  • Membebaskan jasa medis bagi teman sejawat
  • Tidak mempersulit sejawat yang ingin melakukan praktek.

Kompetisi sehat:

  1. Hindari persaingan
  2. Prestasi keilmuan
  3. Senior harus membimbing yunior
  4. Yunior menyampaikan ilmu baru kepada senior dengan baik
  5. Silaturahim kepada teman sejawat setempat bila akan praktek di tempat tertentu.

Tidak mengambil pasien:

  1. Koordinasi yang baik
  2. Menyarankan pasien kontrol ke teman sejawat semula
  3. Komunikasikan dengan teman sejawat tentang pasien yang dirawat
  4. Tidak mengganti obat teman sejawat sebelumnya kecuali memang sudah tidak diperlukan
  5. Koordinasi dalam rujukan pasien:
    – Konsul dan pengobatan selanjutnya
    – Konsul dan saran pengobatan
    – Konsul dan pengobatan bersama

Semoga bermanfaat.

Oleh: dr Daeng M Faqih
(Notulen dr Tien Farida Yani, MMRS)

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *