Gangguan Tidur Berisiko Menyebabkan Kelahiran Prematur

Wanita hamil yang didiagnosa menderita gangguan tidur memiliki risiko untuk melahirkan bayi prematur bila dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak mengalami gangguan tidur. Demikian menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology.

Menurut Jennifer N. Felder, PhD, peneliti dari Universitas California, San Francisco, Amerika Serikat, wanita hamil dengan insomnia memiliki risiko melahirkan bayi prematur sampai dua kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak menderita gangguan tidur. Kelahiran prematur yang terjadi adalah lahirnya bayi pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu.

Temuan ini penting mengingat data yang ada saat ini menyebutkan lebih dari 50% wanita hamil mengalami gangguan tidur atau insomnia dengan tingkat keparahan yang berbeda beda. Kelahiran prematur merupakan pembunuh utama bayi yang baru lahir di seluruh dunia.

Pada studi ini juga disebutkan, wanita hamil yang menderita sleep apnea, juga memiliki risiko yang sama dalam hal melahirkan bayi prematur.

Meskipun ada beberapa faktor lain yang menyebabkan kelahiran prematur, studi studi sebelumnya juga mengamini bahwa masalah tidur saat kehamilan menjadi salah satu faktor penting dalam hal risiko kelahiran prematur.

Studi ini mengambil data retrospektif wanita hamil yang melahirkan prematur tanpa adanya kelainan kromosom dan kelainan bawaan pada bayi. Dari 2172 wanita hamil yang diteliti, 14,6% wanita hamil penderita insomnia melahirkan bayi prematur (usia kehamilan kurang dari 37 minggu), dibandingkan dengan 10,9% kelahiran prematur yang terjadi pada wanita hamil yang tidak menderita insomnia.

Meskipun studi ini tidak menemukan hubungan sebab akibat antara gangguan tidur dengan kelahiran prematur, tapi hasilnya bisa menjadi pegangan bahwa gangguan tidur saat kehamilan merupakan masalah serius yang perlu ditangani segera.

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

loading...