Inilah Daftar 5 Obat Penyakit Jantung Yang Terbukti Ampuh

Bagaiamanapun keadaannya, mecegah jauh lebih baik dari pada mengobati. Namun jikalau anda sudah terlanjur terkena penyakit jantung, yang bisa anda lakukan adalah tinggal mengobatinya. Nah, kali ini kami akan sedikit berbagi sedikit tips mengenai obat yang cocok anda minum/ konsumsi saat terkena penyakit jantung.

Di bawah ini, kami akan memberikan sekilas gambaran umum mengenai obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati serangan jantung. Jika anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang obat yang anda minum, pastikan untuk meminta informasi lebih lanjut ke dokter pribadi anda.

1. ACE Inhibitor

ACE inhibitor merupakan obat yang sangat membantu bilamana jantung anda tidak memompa darah dengan baik. Jenis obat ini meningkatkan aliran darah dengan membantu membuka (melebarkan) arteri anda dan menurunkan tekanan darah. Jika anda menderita ACS, dokter mungkin menggunakan inhibitor ACE sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain, seperti diuretik atau beta blocker.

Obat ini biasanya tidak menimbulkan efek samping yang serius. Efek samping yang paling umum adalah batuk kering. Efek samping yang lebih jarang terjadi yakni rasa pusing, berkurangnya nafsu makan, kelelahan, masalah pada ginjal dan peningkatan kadar potassium dalam darah. Karena ACE inhibitor bisa menyebabkan cacat lahir, wanita hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi obat jenis ini.

Faktanya(jarang terjadi), inhibitor ACE dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius (disebut reaksi anafilaksis) yang menyebabkan pembengkakan pada area tertentu di tubuh. Reaksi ini lebih sering terjadi pada orang kulit hitam dan orang yang merokok. Hal itu bisa mengancam nyawa. Anda harus segera mendapat perawatan medis jika mengalami pembengkakan setelah menggunakan inhibitor ACE.

2. Aspirin

Dokter mungkin ingin Anda minum aspirin dosis rendah setiap hari. Aspirin membantu menjaga darah agar tidak membentuk gumpalan darah. Bekuan darah bisa menyumbat arteri yang membawa darah dan oksigen ke jantung (disebut arteri koroner). Penyumbatan di arteri koroner meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

Mengenai efek samping, aspirin dapat mengakibatkan rasa mual dan sakit perut. Beberapa orang merasa gugup atau mengalami kesulitan tidur saat mengonsumsi aspirin. Hubungi dokter Anda jika gejalanya parah.

Aspirin dapat meningkatkan risiko sakit maag dan pendarahan gastrointestinal (pendarahan di perut dan usus). Dokter biasanya meresepkan aspirin dosis rendah (antara 81 mg per hari dan 162 mg per hari) untuk orang-orang yang menderita ACS. Dosis rendah memberikan manfaat yang sama dengan dosis yang lebih tinggi, dengan risiko perdarahan internal lebih rendah.

3. Beta blocker

Beta blocker adalah kelompok obat-obatan yang bisa menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Obat ini juga membantu memperbaiki aliran darah ke jantung, mengurangi nyeri dada dan mencegah lebih banyak kerusakan pada jantung. Jika Anda mengalami serangan jantung, dokter mungkin meresepkan beta blocker. Dia mungkin ingin Anda menggunakan beta blocker sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain, seperti diuretik atau ACE inhibitor.

Efek samping beta blocker cenderung ringan. Efek samping yang umum termasuk tangan menjadi dingin, kelelahan, pusing dan lemas. Efek sampingyang biasanya tidak umum termasuk sesak napas, sulit tidur, depresi dan dorongan seksual menurun.

Beta blocker tidak dianjurkan untuk penderita asma. Jenis obat ini bisa memicu serangan asma berat. Berhenti mengkonsumsi beta blocker secara tiba-tiba akan meningkatkan risiko masalah jantung. Jika Anda perlu berhenti memakai beta blocker, penting untuk berhenti secara bertahap, sesuai instruksi dokter.

Baca juga: Cara tepat mencegah penyakit jantung

4. Obat antiplatelet

Obat antiplatelet kadang diresepkan bersamaan dengan terapi aspirin. Obat jenis ini membantu mencegah pembekuan darah dengan tidak membiarkan sel tertentu di dalam darah (disebut trombosit) berkumpul bersama. Hal ini mengurangi risiko penyumbatan di arteri koroner yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Beberapa efek samping yang umum dari obat antiplatelet meliputi mual, sakit perut, diare, gatal dan ruam. Bicaralah dengan dokter Anda jika mengalami efek samping saat minum obat ini. Karena obat antiplatelet mencegah penggumpalan darah, ini bisa meningkatkan risiko pendarahan serius pada beberapa orang.

5. Diuretik

Diuretik (juga disebut pil air) membantu tubuh menyingkirkan sodium ekstra (garam) dan cairan. Obat jenis ini menurunkan tekanan darah Anda dengan mengurangi jumlah cairan yang mengalir melalui pembuluh darah Anda.

Diuretik sangat umum diresepkan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Jenis obat ini kadang-kadang digunakan dalam kombinasi dengan beta blocker dan ACE inhibitor.

Efek samping yang umum dari diuretik meliputi peningkatan buang air kecil, meningkatnya rasa haus, kelelahan, kram otot dan tekanan darah rendah. Efek samping yang kurang umum termasuk peningkatan gula darah, peningkatan kolesterol, menstruasi tidak teratur pada wanita dan impotensi pada pria.

Orang yang mengkonsumsi diuretik bisa memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit kalium dalam darahnya, tergantung pada jenis diuretik yang mereka minum.

Nah, itulah 5 daftar obat yang sebaiknya anda konsumsi bilamana anda terkena penyakit jantung. Terima kasih banyak dan salam sukses.

loading...

Wahyu Setiawan

Reach the world, with the word.

Tinggalkan Balasan

loading...