Berbagai Macam Obat Untuk Patah Tulang Yang Bisa Anda Konsumsi

tips pasutri

tips pasutri

Ada berbagai macam obat untuk patah tulang yang bisa anda konsumsi dengan aman, misalnya seperti analgesik, obat anti-inflamasi non steroid (OAINS), dan antibiotik.

Berikut penjelasannya.

Dalam istilah medis, patah tulang dikenal dengan sebutan fraktur. Patah tulang (fraktur) adalah diskontinuitas tulang yang terjadi saat tulang menghantam sesuatu yang lebih kuat daripada tulang itu sendiri.

Contoh yang biasanya terjadi, misalnya saat anda jatuh dari tempat yang tinggi, mengalami kecelakaan ketika berkendara, cedera ketika berolahraga, atau saat tulang menghantam benda yang keras. Selain itu, kekeroposan tulang karena osteoporosis juga bisa menjadi penyebab lain dari patah tulang.

Tapi anda jangan khawatir, karena ada berbagai macam obat untuk patah tulang yang dapat anda konsumsi.

Macam Obat untuk Patah Tulang yang Harus Anda Ketahui

Patah tulang bisa terjadi pada kaki, bahu, jemari, tangan, tulang tengkorak, dan juga tulang yang lainnya. Kondisi ini bisa menimpa siapa saja. Tidak hanya rasa nyeri yang amat sangat ketika bergerak, gejala lain bisa berupa memar, pembengkakan, hingga deformitas.

Oleh karena itulah, anda harus mengetahui beberapa obat untuk patah tulang dan beberapa jenis penanganan yang aman.

Penanganan untuk patah tulang umumnya tergantung pada lokasi dan jenis patah tulang, bisa menggunakan metode terapi, reduksi, imobilisasi, belat, obat medis, sampai pembedahan.

Dokter biasanya akan meresepkan obat analgesik, antiradang, dan antibiotik. Obat analgesik berguna untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan antibiotik berguna untuk mencegah adanya infeksi pada patah tulang terbuka.

Berikut obat untuk patah tulang yang bisa anda konsumsi

  • Obat anti-inflamasi non steroid (OAINS).Obat antiradang contohnya naproxen, ibuprofen, dan ketoprofen. Umumnya, obat ini digunakan untuk patah tulang ringan sampai yang lumayan parah. Obat ini berguna untuk menahan nyeri dan reaksi peradangan karena patah tulang. Cara kerjanya yaitu dengan menahan sintesis prostaglandin dan menurunkan aktivitas enzim siklooksigenase.
  • Analgesik. Untuk mengurangi rasa sakit pada patah tulang. Anda bisa menggunakan obat – obatan analgesik yang dijual bebas, misalnya ibuprofen, paracetamol, atau kombinasi dari keduanya.
  • Antibiotik.Selain memakai obat pereda nyeri, dokter biasanya juga memberikan antibiotik. Antibiotik bisa diberikan untuk spektrum luas pada luka terbuka dan terkontaminasi, tujuannya agar infeksi tidak terjadi. Obat antibiotik yang bisa dipakai sebagi obat untuk patah tulang misalnya vancomycin, gentamicin, dan antibiotik golongan sefalosporin.
  • Vaksin dan imunoglobulin.Vaksin seperti tetanus dan imunoglobin bisa diberikan pada pasien patah tulang. Namun perlu diingat, pemberian vaksin tetanus tergantung pada kondisi luka ( misalnya luka terbuka dan terkontaminasi ) dan riwayat vaksinasi tetanus sebelumnya. Sama dengan antibiotik, tujuan pemberian obat untuk patah tulang yang satu ini yaitu mencegah terjadinya infeksi.

Patah tulang membutuhkan penanganan internsif dari dokter. Karena tidak hanya obat – obatan saja yang dibutuhkan, tapi mungkin juga perlu rehabilitasi dan tindakan medis lain guna mencegah komplikasi dan kecacatan.

Segera hubungi dokter bila anda menemui adanya kondisi kegawat daruratan misalnya tulang melukai organ dalam atau pendarahan berat. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Jika penanganannya terlambat, mungkin akan mengakibatkan perubahan bentuk atau kecacatan yang bersifat permanen.

Untuk pertolongan pertamanya, anda bisa menghentikan pendarahan ( jika ada pendarahan ) dengan menekan sumbernya menggunakan apa saja ( bisa kain bersih atau perban ), lalu mempertahankan posisi tulang agar tidak bergerak.

Selain itu, anda bisa juga memberikan kompres dingin (ingat, jangan tempelkan es secara langsung dengan kulit) guna mengurangi pembengkakan.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai macam obat untuk patah tulang. Bila anda merasa informasi ini perlu diketahui orang banyak, jangan ragu untuk membagikannya. Dan bila ada hal yang ingin ditambahkan atau ditanyakan, silahkan menuliskannya di kolom komentar.

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini: