Mengurangi Konsumsi Trans Fat Sudah Benar. Ini Alasannya

Bertahun tahun yang lalu, para ahli telah menyimpulkan teori tentang penurunan risiko penyakit jantung saat konsumsi trans fat dikurangi. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam  JAMA Cardiology, kembali menguatkan teori tersebut.

Bila lemak yang kita konsumsi diberi peringkat, maka trans fat menduduki peringkat paling bawah alias trans fat merupakan zat lemak yang paling jelek untuk dikonsumsi. Seperti halnya lemak jenuh, trans fat dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Tidak sampai disitu, trans fat juga berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung, diabetes tipe 2, inflamasi dan masalah pada memori serta fungsi kognitif.

Baca juga: Inilah Tanda Tanda Awal Stroke

Studi terbaru ini mengambil data penduduk yang tinggal di kota New York, Amerika Serikat. Data diambil pada daerah yang penduduknya kerap mengonsumsi trans fat dan daerah yang penduduknya jarang mengonsumsi trans fat.

Setelah diamati selama setahun, data penduduk yang masuk rumah sakit karena serangan jantung dan stroke kemudian dianalisa dan diambil kesimpulan, penduduk yang tinggal di daerah yang dilakukan pembatasan konsumsi trans fat mengalami penurunan kasus serangan jantung dan stroke bila dibandingkan dengan daerah yang tidak dilakukan pembatasan konsumsi trans fat.

Dari studi ini bisa kita simpulkan bahwa, pembatasan konsumsi trans fat memiliki dampak yang cukup besar dalam penurunan risiko serangan jantung dan stroke.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *