Air Kencing Di Air Kolam? Begini Faktanya

Bagi penggemar olahraga renang, pasti udah akrab dengan yang namanya kolam renang. Namun ada studi terbaru yang dipublikasikan dalam journal Environmental Science & Technology Letters yang hasilnya mungkin cukup mengejutkan bagi orang yang hobi nyemplung di kolam renang.

Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Alberta, Kanada, di dalam air kolam renang umum ukuran standar mengandung sekitar 76 liter air seni atau urine. Jumlah air seni yang lumayan banyak ini diperoleh setelah peneliti memisahkan antara air kolam dengan zat zat yang terkandung di dalam air seni.

Air seni gak hanya ditemukan pada air kolam renang umum, pada kolam renang rumahan juga mengandung air seni yang lumayan banyak yakni sekitar 7 liter.

Adanya urine dalam jumlah besar di air kolam renang ini tidak semata mata masalah jumlah, tapi ada risiko kesehatan yang mengancam. Menurut para ahli, air seni yang bereaksi dengan air kolam renang yang mengandung disinfektan dapat menyebabkan beberapa gejala ketidaknyamanan seperti iritasi pada mata dan masalah pada saluran pernafasan. Bahkan ada beberapa studi awal yang menghubungkan reaksi air kolam dengan air seni ini dengan risiko kanker.

Dari hasil studi ini bukan berarti kamu harus menjauhi kolam renang, tapi minimal kamu tahu risiko yang bisa terjadi saat berenang di kolam renang umum dan bisa lebih waspada.

Sebagai catatan, kolam renang yang letaknya di dalam ruangan lebih berbahaya bagi penderita asma dan masalah pernafasan bila dibandingkan dengan kolam renang yang letaknya di luar ruangan. Mengapa? Karena udara hasil reaksi antara urine dengan air kolam terakumulasi di dalam ruangan dan rentan terhirup oleh penderita asma/masalah pernafasan sehingga dapat memperberat kondisi yang ada.

Akhir kata, pastikan kamu pipis sebelum nyemplung di kolam renang sehingga kamu gak ikut menambah konsentrasi air seni atau urine di dalam kolam renang.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman