Obat Kutu Rambut Ini Membunuhmu

tips pasutri

Tulisan dibawah merupakan petisi tentang bahaya penggunaan obat kutu rambut Lindane dan sejenisnya bagi anak anak. Silakan isi petisi lengkapnya disini.

Pada tahun 2014, awalnya anak saya dan kemudian seluruh anggota keluarga saya terinfestasi oleh kutu rambut. Seperti kebanyakan seorang ibu akan lakukan, saya pergi ke apotek dan bertanya untuk penanganan kutu rambut. Saya ditawari PediTox (0,5% hexachlorocyclohexane) dengan penjelasan ini menjadi satu-satunya pilihan di Indonesia.

Namun dengan demikian, produk ini juga tersedia di internet, di rak-rak warung dan mini market dan juga secara harfiah dijual tanpa pembatasan apapun untuk anak-anak.

Saat penggunaan pada keluarga saya dengan PediTox (Lindane), putri saya jatuh sakit dan mengeluh sakit kepala. Reaksi ini muncul langsung setelah menerapkan PediTox, saya secara naluriah mencuci rambutnya.

Hal ini yang membuat saya mulai mempelajari semua yang saya bisa temukan tentang penanganan kutu rambut dan hexachlorocyclohexane, atau Gameksan, seperti yang disebut Indonesia, yang lebih di kenal dengan Lindane di seluruh dunia.

Lindane pada kenyataannya sangat berbahaya bagi manusia yang penggunaannya dilaporkan oleh FDA AS telah menyebabkan kematian pada manusia bahkan ketika digunakan sesuai dengan peraturan ketat FDA AS dan akses ke produk terbatas.

Lindane dilaporkan oleh FDA AS menjadi perhatian terutama masalah kesehatan, jika digunakan pada anak-anak dan orang-orang dengan berat bada di bawah 50kg. Sejak tahun 1995, Lindane hanya tersedia sebagai obat resep sebagai terapi ‘lini kedua’ melawan kutu rambut setelah pilihan pengobatan yang lebih aman telah gagal.

Di AS, produk tersebut diberikan oleh apoteker secara terbatas untuk pengaplikasian sekali pakai dan bersamaan juga dilengkapi panduan penggunaan dengan detail peringatan efek samping untuk kesehatan.

Lindane Tidak Aman dan Tidak Efektif

Sebelum kejadian reaksi efek samping pada putri saya tersebut dengan PediTox Lindane, saya telah memberikan kepada anggota keluarga saya pengunaan produk ke dua kalinya. Pada setiap penanganan pada seluruh anggota keluarga saya yang melakukan penanganan persis sesuai dengan instruksi pada kemasan PediTox, saya menyisir kutu dari rambut mereka dan menyeka gigi sisir di antara sisir dengan tisu dapur putih.

Saya terkejut sekali semua kutu yang telah disisir keluar mulai merangkak pada tisu. Saya mengulangi perawatan dengan PediTox hanya karena tidak ada pilihan produk lain di Indonesia kecuali produk yang hanya tersedia di internet yang menjanjikan banyak hal dan tidak memberikan apa-apa.

Saya hanya mengetahui kemudian melalui pencarian saya sendiri bahwa Lindane selama bertahun-tahun sudah dilaporkan secara global tidak efektif terhadap kutu rambut karena membangun resistensi (kekebalan) pada serangga parasit, jika digunakan sebagai satu-satunya pengobatan berulang-ulang selama waktu yang lama.

Di antara perawatan dengan PediTox, keputusasaan tumbuh membuat saya juga mencoba produk dari produsen lain di Indonesia dengan keberadaan pasar yang menonjol, sebagian besar pemesanan secara langsung atau online.

Pada kasus penggunaan produk produsen seperti ini, kutu rambut yang disisir tidak keluar bahkan tidak menunjukkan reaksi sama sekali. Saya juga baru mengetahui kemudian bahwa berbagai macam produk dari produsen tersebut sampai hari ini masih mencantumkan tiga nomor registrasi palsu dari Instansi yang berbeda, dengan menunjukan nomor izin palsu tersebut,yang mana mungkin berindikasi integritas atas klaim pada produk.

Penggunaan Lindane Berisiko Kematian

Di Indonesia, setiap orang dari segala usia bisa membeli PediTox Lindane dalam jumlah hampir tak terbatas di mana saja sampai dengan tahun 2015 dan puluhan juta orang Indonesia telah melakukannya. Kemasan produk menunda memberikan peringatan atas risiko yang ada di leaflet dengan konten minimalis. Leaflet ini memperingatkan dengan singkat bagian efek samping atas reaksi iritasi kulit dan ‘SSP’.

Berapa banyak ibu-ibu yang akan terdorong untuk melihat secara seksama pada SSP dan kemudian dapat menguraikan maknanya?

‘Anak Anda berisiko bahaya yang serius atau resiko kematian, jika Gameksa dapat memasuki aliran darah anak Anda antara lain, jika anak Anda:

  • Memiliki luka terbuka di kulit kepala (dari infeksi sekunder); atau
  • Memiliki kulit yang tergores dari menggaruk (gejala umum dari infestasi kutu rambut);
  • Tertelan Gameksan sebagaimana akibat menyentuh rambut berulang-ulang pada saat penggunaannya dengan waktu yang panjang dan menjilati jari;
  • Dan lain sebagainya?’

Produk Lindane di Indonesia

Sejak Keputusan Menteri Pertanian Nomor 434.1/Kpts/TP.270/7/2001 tentang Syarat dan Tata cara Pendaftaran Pestisida, Lindane telah dilarang penggunaannya di segala sektor di Indonesia.

Apakah istilah Gameksan diciptakan untuk melewati larangan yang masih baru atas Lindane di Indonesia karena saat itu PediTox telah kembali didaftarkan oleh B POM sebagai ‘obat bebas’ dengan No Pendaftaran DTL7204128341A1 pada tahun 2002?

Apakah penjelasan bisa dijelaskan secara rinci tentang matinya kutu rambut oleh PediTox (bila dibandingkan terhadap peringatan risiko bagi manusia) dibuat untuk mendebatkan kualifikasi produk sebagai obat? Sebuah obat harus mengandung zat aktif, di-mana memiliki mekanisme kerja untuk mengubah keadaan patologis atau fisiologis organisme sasaran.

Tapi apakah peraturan yang berlaku di Indonesia tidak mendefinisikan secara jelas bahwa mekanisme target ini untuk manusia, bukan untuk kutu?

Sejak Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1190/Menkes/Per/VIII/2010 Tentang Izin Edar Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, PediTox seharusnya ditarik dari peredaran karena produk obat dan nomor registrasi sebagai Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Pestisida, setelah diterbitkan Izin pestisida.

Izin pestisida yang baru untuk zat yang baru secara global dilarang bisa jadi sangat menantang. Perubahan kategorisasi produk juga akan memerlukan perubahan izin manufaktur.

Mungkinkah ini ada hubungannya dengan keadaan dimana berlanjutnya PediTox sebagai produk kutu rambut satu-satunya di Indonesia, didaftarkan oleh B POM sebagai obat (dimana definisi obat adalah menyembuhkan manusia) bukan oleh BINFAR dan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Pertanian Perizinan sebagai produk Perbekalan Rumah Tangga berbasis pestisida (pengendali kutu rambut)?

Selengkapnya bisa dibaca disini.

Update informasi dari Bapak Roy Sparringa (https://twitter.com/RoySparringa/status/943022403491307521):

Benar Lindane beracun dan dilarang untuk digunakan sebagai zat aktif obat kutu rambut. Saya update informasi berikut bahwa Peditox telah diubah komposisi zat aktifnya dari Lindane menjadi Permethrin sejak Februari 2015.

loading...

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.