Perlukah Pap Smear Sebelum Vaksin Kanker Serviks?

Anda bertanya:

“Pak saya mau konsul, akhir bulan umur saya genap 21tahun dan saya mau melakukan pap smear pak, yang saya ingin tanyakan

1. Apaa pap smear boleh dilakukan untuk perempuan yang belum nikah dan belum pernah melakukan sex activity pak?
2. Swab yang dilakukan itu dibagian lubang yang mana yaa pak? Urinaria atau selaput dara? Saya khawatir pak kl di pap smear di lubang selaput dara bisa menyebapkan sobek.
3. Jika hasil pap smear normal, apa tetap harus divaksin HPV pak? Krna yang saya baca biayanya cukup mahal untuk 3x vaksin dalam jangka wktu 6 bulan.”

Saya menjawab:

Vaksin kanker serviks atau vaksin HPV (human papilloma virus) yang beredar saat ini ada dua jenis, yakni Cervarix dan Gardasil. Pada prinsipnya kedua vaksin ini memiliki fungsi yang sama yaitu mencegah terjadinya infeksi HPV pada wanita dan sebagian pada pria.

Vaksin ini sebaiknya diberikan saat seorang wanita belum melakukan kontak seksual artinya wanita tersebut belum terinfeksi oleh HPV. Sebagaimana kita ketahui, HPV sebagian besar menular melalui hubungan seksual. Pada sebagian besar kasus, wanita yang terinfeksi HPV bisa sembuh dengan sendirinya tapi sebagian lagi bisa kronis dan berisiko menyebabkan kanker serviks.

Karena sebaiknya diberikan pada wanita yang belum pernah berhubungan seksual maka vaksin HPV bisa diberikan saat seorang wanita mulai menginjak usia 9 sampai 10 tahun. Efektivitas vaksin ini sangat baik jika diberikan pada wanita yang berusia antara 9 sampai 26 tahun.

Bagaimana dengan wanita yang telah berhubungan seksual? Vaksin HPV masih bisa diberikan pada wanita yang telah berhubungan seksual, tapi harus diawali dengan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi adanya masalah pada serviks yang disebabkan oleh HPV. Bila ternyata serviksnya bagus maka vaksin HPV bisa diberikan, tapi bila serviksnya sudah bermasalah maka diobati terlebih dahulu masalahnya.

Jadi kesimpulan dari pertanyaan diatas, vaksin HPV sebaiknya diberikan saat wanita belum pernah berhubungan seksual dan untuk wanita ini tidak diperlukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu karena tidak mungkin terinfeksi HPV pada serviksnya.

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

Tinggalkan Balasan

loading...