8 Hal Yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Kanker Serviks

Serviks adalah organ kecil yang menghubungan antara vagina dan rahim. Sebagai salah satu organ tubuh, serviks juga tidak luput dari serangan kanker. Tulisan ini mencoba mengenalkan beberapa hal yang wajib kamu ketahui tentang kanker serviks sehingga penyakit ini bisa dideteksi secara dini.

Human papilloma virus (HPV) bisa menyebabkan kanker serviks.

Ada banyak jenis HPV dan infeksi virus ini bisa kamu dapatkan dari hubungan seksual yang berisiko dengan orang yang terinfeksi. Kebanyakan orang yang seksual aktif pernah terinfeksi virus ini dan tidak mengetahuinya.

Sebagian besar kasus infeksi HPV dapat sembuh sendiri tanpa komplikasi. Namun beberapa jenis HPV berisiko menyebabkan perubahan sel serviks mengarah ke kanker serviks. HPV jenis ini biasanya menetap di serviks selama bertahun tahun.

Kanker serviks tidak sama dengan sel abnormal pada serviks

Sel serviks bisa berubah menjadi abnormal tapi tidak mengarah ke kanker serviks. Perubahan sel serviks ini juga bisa disebabkan oleh infeksi HPV, tapi apakah perubahan ini jinak atau ganas tergantung dari jenis HPV yang menginfeksi.

Pap smear merupakan salah satu cara untuk mendeteksi abnormalitas sel pada serviks. Jika ditemukan ada sel sel yang abnormal maka dilanjutkan dengan pemeriksaan untuk membedakan apakah sel abnormal tersebut kanker atau bukan.

Setiap wanita yang seksual aktif atau diatas 21 tahun diwajibkan untuk melakukan pap smear. Frekuensi pemeriksaan pap smear tergantung dari umur dan faktor faktor yang lain.

Kamu lebih berisiko menderita kanker serviks bila berusia dibawah 50 tahun

Mayoritas perempuan yang didiagnosa menderita kanker serviks adalah yang berusia di bawah 50 tahun. Hanya 20% kasus kanker serviks ditemukan pada perempuan diatas 65 tahun.

Selain usia, berikut beberapa faktor risiko kanker serviks:

  • Merokok
  • Jarang mengonsumsi buah buahan dan sayuran
  • Penggunaan pil KB lebih dari 5 tahun
  • Infeksi Clamidia
  • Memiliki banyak anak
  • Kegemukan

Baca juga: Kurang Gerak Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

Kanker serviks bisa karena faktor keturunan

Kemungkinan kamu menderita kanker serviks, 2 sampai 3 kali lebih besar bila ibu atau saudara perempuanmu menderita kanker serviks. Para ahli menduga, ada peranan genetik yang melemahkan tubuh perempuan dalam melawan infeksi HPV.

Kanker serviks bisa berpindah pindah

Sel kanker serviks bisa pindah ke organ tubuh yang lain seperti paru paru, liver atau tulang melalui saluran limfe dan pembuluh darah.

Itu sebabnya, kanker serviks harus dideteksi sedini mungkin sebelum sel kanker ini pindah ke organ yang lain. Caranya tentu dengan melakukan pap smear secara rutin.

Vaksin HPV bisa mencegah kanker serviks

Saat ini telah tersedia vaksin HPV yang dapat melindungi tubuh perempuan dari infeksi HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks. Vaksin ini juga dapat mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kutil pada kelamin dan anus.

Vaksin ini hanya mampu mencegah infeksi HPV sehingga sebaiknya disuntikan sebelum terinfeksi HPV atau seksual aktif.

Kanker serviks stadium dini tidak bergejala

Kamu tidak akan tahu apakah di dalam serviks telah terdapat kanker atau tidak. Bahkan setelah kanker ini membesar, gejala yang muncul tidak terlalu khas. Namun sebaiknya kamu segera ke dokter bila mengalami gejala sebagai berikut:

  • Terjadi perdarahan di luar siklus haid
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual
  • Siklus haid yang banyak dan panjang
  • Perdarahan yang muncul pasca menopause
  • Keputihan yang berlebihan
  • Nyeri pada panggul
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Kanker serviks bisa disembuhkan asal ketemu pada stadium dini

Angka harapan hidup pasien kanker serviks pada stadium dini mencapai 93% dalam lima tahun. Ini artinya, 93 dari 100 perempuan yang didiagnosa menderita kanker serviks stadium dini mampu bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Bila ditemukan pada stadium lanjut, harapan ini hanya 16%.

Pilihan pengobatan kanker serviks meliputi operasi, radiasi dan kemoterapi. Pilihan ini tergantung dari stadium kanker.

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

Tinggalkan Balasan

loading...