Malam Pertama Tidak Berdarah. Masalah?

keperawanan

Ada seorang perempuan sebut saja namanya Bunga, baru saja konsultasi tentang permasalahan yang ia hadapi. Bunga baru saja melangsungkan pernikahan dan tentu saja melewatkan malam pertama dengan suami tercinta. Malapetaka muncul setelah mereka melalui malam pertama. Bunga tidak berdarah saat prosesi malam pertama.

Bak petir di siang bolong, suami Bunga, sebut saja namanya Kumbang, tidak terima dengan kenyataan ini dan menganggap Bunga sudah tidak perawan lagi. Dalam benak Kumbang, perawan atau tidaknya seorang perempuan ditandai dengan keluarnya darah dari kelamin perempuan saat malam pertama.

Tentu saja tuduhan ini membuat Bunga kebingungan karena dia merasa tidak pernah berhubungan intim dengan seorang laki laki. Kumbanglah laki laki pertama yang dia ajak berhubungan seksual. Tapi Bunga bingung bagaimana harus menjelaskan hal ini kepada Kumbang. Dan Kumbang sudah menganggap Bunga berbohong mengaku sebagai perawan padahal saat malam pertama Bunga tidak mengeluarkan darah.

Demikian sekelumit kisah Kumbang dan Bunga yang sedang kebingungan dengan darah perawan. Masalah mereka sebenarnya bukan masalah langka sebab banyak sekali kisah serupa yang dialami oleh pasangan yang baru menikah yang menggap keperawanan sebagai sesuatu yang sangat penting.

Benarkah Bunga sudah tidak perawan?

Sampai detik ini, tidak ada satu orang dokter pun yang bisa menentukan seorang perempuan itu masih perawan atau tidak. Yang mengetahui seorang perempuan itu masih perawan atau tidak hanya perempuan yang bersangkutan dan Tuhan.

Yang saya maksud dengan keperawanan disini adalah seorang perempuan yang belum pernah berhubungan seksual. Hubungan seksual sendiri adalah hubungan antara kelamin dengan kelamin, kelamin dengan mulut dan kelamin dengan anus. Jadi, bila seorang perempuan kelaminnya belum pernah berhubungan dengan kelamin laki laki, atau mulutnya belum pernah berhubungan dengan kelamin laki laki serta anusnya tidak pernah dimasuki kelamin laki laki maka perempuan itu layak disebut perawan.

Lalu bagaimana dengan selaput dara?

Selaput dara atau dalam bahasa medis disebut hymen adalah jaringan tipis yang menutupi liang vagina bagian luar. Tentu saja tidak benar benar tertutup karena ada lubang kecil tempat keluarnya darah saat haid. Fungsi dengan pasti dari organ ini masih belum jelas tapi menurut sebagian besar orang, organ ini merupakan penanda seorang perempuan masih perawan.

Bila saat hubungan intim pertama kali, selaput dara ini robek dan berdarah maka perempuan tersebut disebut perawan. Masalahnya, tidak semua perempuan terlahir memiliki selaput dara dan tidak semua perempuan selaput daranya kaku atau mudah robek saat hubungan seksual.

Ada perempuan yang tidak memiliki selaput dara sehingga tidak robek saat berhubungan seksual yang pertama kali. Ada pula perempuan yang selaput daranya elastis sehingga tidak robek saat malam pertama. Tentu saja malam pertama yang dilalui oleh perempuan perempuan ini tidak disertai dengan perdarahan. Apakah mereka tidak perawan?

Bagaimana dengan perempuan yang karena suatu hal misalnya kecelakaan yang menyebabkan selaput daranya robek dan saat malam pertama tidak mengeluarkan darah. Apakah perempuan ini tidak perawan?

Bagaimana dengan perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual dengan mulut dan anus sehingga selaput daranya masih utuh dan saat malam pertama terjadi perdarahan. Apakah perempuan ini masih perawan?

Silakan dijawab sendiri pertanyaan pertanyaan saya tersebut dan jika masih kurang jelas mari berdiskusi di kolom komentar di bawah ini. 🙂

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

Tinggalkan Balasan

loading...