Kelamaan Tidur Siang Berisiko Diabetes Melitus

Kelamaan tidur siang dapat meningkatkan risiko menderita penyakit diabetes melitus. Demikian menurut studi terbaru yang akan dipresentasikan dalam pertemuan European Association for the Study of Diabetes, di Munich, Jerman.

Meskipun studi ini tidak menemukan hubungan sebab akibat antara lamanya tidur siang dengan peningkatan risiko diabetes melitus namun dalam studi ini disebutkan mereka yang tidur siangnya lebih dari sejam setiap hari memiliki risiko 45% lebih besar menderita diabetes melitus bila dibandingkan dengan mereka yang tidur siangnya kurang dari sejam. Risiko ini kemungkinan berhubungan dengan kegemukan dan gaya hidup yang kurang banyak bergerak.

Diabetes melitus terjadi ketika tubuh seseorang gagal menyeimbangkan kadar gula darahnya secara alami sehingga kadar gula darah naik secara tidak terkendali. Bila tidak diobati dengan baik, penderita diabetes dapat mengalami komplikasi seperti kebutaan, kerusakan saraf, penyakit jantung dan kematian dini.

Memuat...

Studi yang melibatkan lebih dari 300ribu orang sampel di benua Asia dan Eropa ini dilakukan oleh Yamada Tomahide dan kawan kawan dari Universitas Tokyo, Jepang.

Dalam studi ini juga disebutkan mereka yang tidur siangnya kurang dari 40 menit setiap hari, hubungan antara lamanya tidur siang dengan risiko diabetes menjadi tidak ada. Peneliti tidak melakukan studi hubungan statistik sehingga tidak mampu menemukan hubungan sebab akibat antara lamanya tidur siang dengan risiko diabetes melitus.

Meskipun demikian, studi ini bisa dipakai pegangan untuk memasukan lamanya tidur siang sebagai salah satu faktor risiko terjadinya diabetes melitus.

Nih buat jajan