Penyakit Kanker dan Gaya Hidup

tips pasutri

tips pasutri

Kanker termasuk penyakit paling mematikan di dunia dengan jumlah kematian akibat kanker sebanyak 8,2 juta kematian pada tahun 2012. Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur pada tahun 2013 mencapai 0,14 persen dari total penduduk, atau sebesar 347.792 orang. Kanker serviks dan kanker payudara diketahui menjadi jenis kanker terbanyak yang diderita penduduk wanita. Sedangkan kanker prostat menjadi kanker terbanyak yang diderita penduduk pria. Jumlah penderita kanker diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan gaya hidup yang semakin jauh dari kriteria sehat.

Prediksi peningkatan tersebut memang wajar terjadi karena penyebab kanker diketahui mayoritas berasal dari gaya hidup. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 30 persen kematian akibat kanker disebabkan oleh faktor ini. Indikator penyebab kanker tersebut meliputi indeks massa tubuh yang tinggi, kurangnya asupan nutrisi dari buah dan sayur, kurang olahraga, konsumsi alkohol, dan merokok. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk mencegah kanker juga ikut menjadi pemicu munculnya kasus yang terjadi.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan mencegah kanker?

Cara mencegah kanker yang paling efektif adalah dengan mengubah pola hidup secara keseluruhan. Ya, mencegah kanker bukanlah program temporer, melainkan gaya hidup menyeluruh yang harus melekat dan bahkan diwariskan. Ada tiga kata kunci terkait gaya hidup untuk melawan kanker, yaitu berat badan, pola makan, dan aktivitas fisik. Anda bisa memulainya dari salah satu kata kunci tersebut.

Berat Badan
Berat badan sangat erat kaitannya dengan kanker. Saat Indeks massa tubuhnya tergolong obesitas, seseorang akan lebih berisiko terkena kanker. Jenis kanker yang paling dipengaruhi obesitas adalah kanker esofagus (tenggorokan), rahim, dan tumor usus. Profesor epidemiologi dari Harvard School of Public Health, Dr Graham Colditz, mengatakan bahwa obesitas bisa memicu kanker karena adanya keseimbangan energi yang berlebih. Kelebihan energi itu akan disimpan menjadi lemak tubuh yang selanjutnya menyebabkan tingginya tingkat insulin atau disebut hiperinsulinemia. Pada pasien wanita yang obesitas, kondisi hiperinsulinemia ini dapat berkembang menjadi kanker payudara.

Nah, bagaimana caranya untuk mendapatkan dan mempertahankan berat badan sehat? Caranya adalah dengan menyeimbangkan energi yang masuk dari makanan-minuman dengan energi yang keluar. Bila kelebihan berat, maka kurangi kalori yang masuk dan tingkatkan aktivitas fisik. Dengan mengurangi asupan 50-100 kalori per-hari dapat mencegah kenaikan berat badan, sementara mengurangi asupan 500 kalori atau lebih per-hari merupakan cara yang umum dilakukan pada program penurunan berat badan.

Pola Makan
Mengubah pola makan adalah cara yang paling sulit dan menantang bagi banyak orang. Pola makan yang dimaksud meliputi intensitasnya, waktunya, serta jenis makanan apa yang disarankan dan tidak disarankan untuk mencegah kanker. Sebuah hidangan makanan memiliki kandungan masing-masing yang menjadikannya makanan antikanker, atau justru memicu penyakit kanker. Selain itu, ada pula beberapa tanaman yang tidak biasa menjadi makanan namun memiliki khasiat obat kanker herbal. Anda perlu memiliki pengetahuan memadai tentang itu sebelum melakukannya.

Aktivitas Fisik
Sama pentingnya dengan dua poin sebelumnya, aktivitas fisik juga memengaruhi tinggi rendahnya risiko kanker seseorang. Tubuh yang jarang beraktivitas fisik akan membuat distribusi cairan limpa menjadi terhambat. Sebab, cairan limpa sangat tergantung pada gerakan otot untuk bisa didistribusikan ke berbagai jaringan tubuh. Cairan limpa yang tidak terdistribusi dengan baik akan menurunkan kekebalan tubuh karena cairan ini termasuk bagian dari sistem imun atau kekebalan tubuh. Akibatnya, sel kanker akan lebih leluasa untuk berkembang.

Anda disarankan melakukan aktivitas fisik selama minimal 300 menit dengan tingkatan sedang selama seminggu, atau 150 menit dengan tingkatan berat untuk memberikan tambahan perlindungan terhadap kanker. Aktivitas tingkatan sedang contohnya adalah berjalan kaki, naik turun tangga, atau yoga. Aktivitas tingkatan berat contohnya adalah bermain olahraga tim, angkat beban, ataupun jogging.

Mengubah gaya hidup hanya sulit dilakukan di awal. Ketika gaya hidup sehat sudah dibiasakan, Anda akan seolah lupa dengan perjuangan Anda untuk mengubahnya.

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini: