10 Cara Mencegah Tokso Pada Ibu Hamil: Mari Cegah Keguguran

tips pasutri

Anda tahu 30-50% orang di dunia kemungkinan terjangkit tokso?

Parasit ini tidak hanya bisa diterima perempuan, laki-laki pun bisa terjangkit parasit ini.

Nama lengkapnya adalah Toxoplasma gondii dan penyakit yang disebabkannya disebut toxoplasmosis. Orang Indonesia umumnya menyebut parasit dan penyakitnya dengan sebutan yang sama, tokso. Tokso dapat berada di tanah, air tidak higienis, makanan tidak matang sempurna, dan binatang yang terjangkit. Metode penularannya adalah melalui mulut.

Yang berarti makanan, minuman, sendok, atau tangan menjadi jembatannya.

Orang yang bugar akan dapat terhindar, namun resiko lebih tinggi akan dimiliki ibu hamil. Apabila terjangkit, dapat menyebabkan keguguran atau kelainan bawaan pada bayi setelah dilahirkan.

Untuk menghindari infeksi tokso pada ibu hamil, Anda dapat mengikuti cara-cara yang akan dibahas dalam artikel ini.

Artikel ini akan berguna bagi :

  1. Calon suami atau calon istri
  2. Suami dan istri yang sedang mempersiapkan kehamilan

Inilah 10 cara menghindari tokso untuk ibu hamil.

Mari kita mulai.

1. Beradaptasi dengan kucing

Kucing selalu dituding menjadi faktor utama penyebab tokso.

Memang benar hewan ini pembawa tokso, namun seringkali ada informasi tambahan yang diabaikan.

Yaitu:

  • Kucing harus terlebih dahulu terkena tokso untuk dapat menularkan
  • Kucing rumahan lebih jarang terkena tokso dibanding kucing liar
  • Tokso menular lewat feses kucing, namun minimal perlu 1-5 hari untuk bisa menjangkiti manusia.
  • Bulu, gigitan, cakaran, dan air liur tidak menularkan tokso.

Jadi lakukan hal ini:

  • Bersihkan kotoran kucing tiap hari
  • Sebisa mungkin jangan biarkan wanita hamil kontak langsung dengan kotoran kucing
  • Cuci tangan sehabis bersentuhan dengan kucing ataupun kotorannya.

*Membuang kucing rumahan belum menyelesaikan masalah bila banyak kucing liar di sekitar rumah. Lebih baik tahu cara beradaptasi dengan mereka.

2. Persiapan lebih saat berkebun dan memegang tanah

Tokso dapat hidup di tanah hingga 18 bulan. Yang berarti apabila tanah tercemar, maka parasit tersebut akan hidup cukup lama di sana. Ditambah karena tidak praktisnya meneliti kandungan tokso di tanah setiap minggu atau bulan, maka lebih baik kita beranggapan tanah akan “selalu” mengandung tokso.

Sebaiknya ibu hamil jangan kontak langsung kulit dengan tanah. Apabila tidak sengaja atau terpaksa, hindari memegang daerah mulut dan sekitarnya sebelum mencuci tangan.

Soal berkebun, coba gunakan alas kaki tertutup dan juga sarung tangan karet. Kotoran kucing ataupun anjing kemungkinan telah membuat tanah halaman tercemar. Jangan lupa cuci tangan setelah kegiatan berkebun.

3. Hindari makanan mentah

Makanan mentah menjadi salah satu pantangan wanita hamil yang paling penting.

Sayuran, buah-buahan, daging, dan lainnya dapat menjadi sarana berpindahnya tokso ke tubuh ibu hamil (jangan lupakan bakteri berbahaya lainnya).

Apabila ingin mengonsumsi sayuran dan buah yang memang penyajiannya tanpa pemasakan, pastikan dicuci bersih terlebih dahulu.

Tapi ada yang harus diwaspadai:

Khusus tauge, lebih baik dimasak saja karena sulit memastikan bagian dalam kepala kecambah tercuci bersih.

Mengenai daging, hewan ternak memiliki potensi terjangkit tokso. Oleh karena itu pastikan ibu hamil hanya makan daging yang dimasak sempurna.

Ini kemungkinan hewan ternak terkena tokso:

  • kambing 24-61%
  • babi 28%
  • domba 43%
  • sapi 36%
  • ayam 20%
  • kucing 10-40%

Berapa suhu untuk membunuh parasit ini?

Agar aman, minimal suhu dan waktu yang digunakan adalah 740C selama 3 menit.

4. Hindari makanan setengah matang

Untuk membedakan makanan mentah dan makanan matang seringkali cukup mudah. Namun, banyak orang yang sulit membedakan mana makanan yang setengah matang.

Ada dua hal yang sering dilupakan:

  • Sate – sering lihat bagian putih pada sate ayam? Itu menunjukkan sate belum termasak sempurna. Hal yang sama juga harus diperhatikan untuk sate kambing dll.
  • Steak – pastikan pilih kematangan well done. Lupakan tingkat kematangan di bawahnya. Steak belum matangan sempurna bila di bagian dalam masih terlihat lingkaran merah yang seperti darah/daging segar.

Jangan ambil resiko, mari untuk sementara hindari makanan semacam itu. Lagipula masih banyak makanan ibu hamil lain yang enak dan sehat.

5 .Susu tanpa pemanasan

Hindari susu tanpa proses pasteuriasi atau sterilisasi. Karena tokso juga dapat berpindah dari hewan ternak ke manusia lewat susu.

Lihat lagi bagaimana kemungkinan hewan ternak sebagai carrier tokso di atas.

Jangan takut berlebih, susu yang dijual di supermarket bertulisan UHT, pasteurized, ataupun yang bentuknya bubuk sudah aman dikonsumsi.

 6. Keju yang berasal dari susu tanpa pasteurisasi

Di luar negeri banyak jenis keju yang dihasilkan. Salah satunya adalah beberapa keju yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.

Lihat kemasan keju, biasanya kalau tidak melalui proses pasteurisasi akan terdapat tulisan di sana.

Lagi-lagi jangan takut, keju di Indonesia umumnya sudah aman. Coba hindari keju yang lembek dan juga yang kebiruan. Biasanya dijual di rak import.

7. Air minum yang tidak higienis

Apabila keluarga di rumah menggunakan air kemasan dan berasal dari merk terpercaya, maka seharusnya tidak masalah.

Namun, apabila masih menggunakan air pam atau sumur sebagai sumber minum. Pastikan dimasak terlebih dahulu.

8. Cuci tangan dan cuci makanan

Anda ingat bahwa tokso menular lewat oral?

Rajin mencuci tangan dan mencuci makanan akan mengurangi kemungkinan parasit ini untuk ikut masuk ke mulut.

9. Hindari kontaminasi silang

Bagi yang tidak familiar dengan istilah di atas, kontaminasi silang berarti berpindahnya pencemar dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Seringkali akibat singgungan.

Contoh:

Anda membuat ayam goreng yang telah dimasak sempurna (bebas tokso).

Namun, kemudian anda menyuwir ayam tersebut dengan menggunakan pisau yang barusan digunakan memotong ayam dalam keadaan mentah (pisau terkontaminasi tokso).

Maka apabila pisau mengandung tokso, tokso akan berpindah dari pisau ke ayam goreng.

Yang bisa dilakukan:

  • Hindari menggunakan alat-alat yang sama untuk bahan mentah dan matang
  • Cuci tangan saat akan berpindah dari mengurus bahan mentah ke bahan matang

10. Cermati transfusi organ atau darah

Poin ini ditempatkan di akhir karena kejadiannya jarang. Hal tersebut dikarenakan darah dan organ telah melalui seleksi yang ketat sebelum diterima oleh pengguna.

Sekian tips yang dapat dibagikan. Semoga artikel ini berguna untuk Anda.

Apabila dirasa bermanfaat, mari bantu sebarkan.

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini: