Trik Atasi Alergi Susu Pada Buah Hati

tips pasutri

tips pasutri

Alergi susu pada masa pertumbuhan, sering membingungkan para orang tua. Hal ini disebabkan, pada masa tersebut anak memerlukan asupan nutrisi yang terkandung di dalam susu. Di saat-saat ini, Anda harus mencari cara agar dapat mengatasinya, sehingga nutrisi untuk si buah hati bisa terjaga dengan baik. Anak yang alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa merupakan 2 hal yang berbeda. Jangan sampai Anda salah dalam, mencari informasi sehingga tidak memahami apa sebenarnya alergi dan intoleransi.

Untuk alergi pada susu sapi, alergi ini merupakan kondisi dari sistem imun anak yang mempunyai respons kurang normal terhadap kandungan protein yang berada di dalam susu. Anak yang sedang mengalami alergi ini ia akan menunjukkan gejala seperti napas berbunyi, gatal dan muntah. Untuk intoleran laktosa merupakan kondisi dimana anak mengalami ketidakmampuan mencerna laktosa. Gejala dari alergi ini ialah kembung, diare, kram perut yang ada di bagian bawah. Gejala intoleran laktosa akan muncul 2 jam setelah mengkonsumsi produk susu.

Bagaimana jika si kecil memiliki alergi pada susu? Apakah Anda merasa buah hati Anda alergi pada susu? Sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan ke dokter ini untuk diagnosis. Nantinya dokter akan melakukan berbagai macam pemeriksaan mulai dari tes pada kulit, fesses dan darah. Nantinya dokter juga akan memberi susu pada anak saat tiba di rumah sakit. Cara ini dilakukan untuk memastikan apakah buah hati Anda benar-benar mengalami alergi yang disebabkan oleh susu atau tidak.

Jika ternyata anak mengalami alergi susu, Anda dapat mulai memberikan asupan nutrisi vitamin D tambahan. Penelitian menunjukkan, anak yang tidak mengkonsumsi susu sapi akan mengalami kekurangan vitamin D, Anda tidak perlu khawatir karena dapat mensiasatinya dengan memberikan susu alergi kaya nutrisi atau makanan yang mempunyai kandungan vitamin D yang kaya. Selain makanan yang mengandung vitamin D, Anda juga dapat memberikan kalsium, protein dan asupan yang lain. makanan-makanan yang banyak mengandung vitamin D ini seperti brokoli, bayam, ikan salmon, telur, ikan tuna.

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.