Jamur Maitake, Makanan Lezat Pembunuh Sel Kanker

Jamur maitake (Grifola frondosa) adalah salah satu jenis jamur pangan yang populer di kalangan masyarakat Jepang dan cukup dikenal di Amerika Serikat dengan nama Hens of Wood. Jamur ini memiliki rasa cukup lezat dan cocok dikombinasikan dengan bahan makanan lainnya. Orang Jepang menganggap jamur ini sangat istimewa. Alasan ini pula yang melatarbelakangi penamaan jamur maitake.

Nama maitake berasal dari bahasa Jepang yang artinya “jamur menari.” Asal usul nama ini diperoleh dari sejarahnya dimana dulu jamur ini memiliki rasa yang enak, manfaatnya yang banyak, namun langka dan hanya bisa diperoleh di pegunungan. Saat orang-orang menemukan jamur ini, mereka akan menari mengekspresikan rasa senangnya. Karena itulah jamur ini dinamakan “jamur menari.”

Tidak hanya enak, jamur maitake pun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Bahkan beberapa penyakit bisa ampuh dihambat dengan jamur maitake, salah satunya penyakit kanker. Banyak peneliti yang telah menguak khasiat super jamur, mayoritas dari mereka adalah peneliti Jepang. Dalam beberapa studi klinis tentang jamur maitake, para peneliti menemukan adanya molekul khusus pada jamur yang efeknya terbukti melawan kanker lebih baik dari jamur herbal lainnya.

Molekul tersebut bernama D-Fraction, sebuah molekul yang menjadi ciri khas tanaman jamur sebagaimana kopi dengan molekul kafeinnya, atau teh dengan katekinnya. Molekul inilah yang mampu merangsang sistem kekebalan tubuh dan mengaktifkan sel-sel tertentu yang menyerang sel kanker seperti makrofag, sel-T, dan sel-sel pembunuh alami lainnya.

Di antara molekul D-Fraction pada jamur-jamur herbal populer seperti lingzhi, kawaratake, atau shiitake, molekul pada jamur maitake terbukti lebih unggul menghambat pertumbuhan sel kanker. Fakta ini diperoleh dari penelitian pada mencit dalam jurnal Cancer Research Clinic Oncology. Terbukti jamur maitake dapat menghambat pertumbuhan kanker payudara 1,5 kali lebih baik dibandingkan dengan jamur shiitake, lalu 12 kali lebih baik dari jamur kawaratake, dan 16,5 kali lebih baik dari jamur lingzhi. Bahkan dibandingkan dengan jamur lingzhi yang menggunakan dosis 50 kali lebih besar, atau dengan dosis jamur kawaratake 300 kali lebih besar, jamur maitake masih lebih efektif menghambat sel kanker payudara. Sebagai gambarannya, silakan lihat tabel perbandingan berikut:

Tabel Khasiat Jamur Maitake

Hingga saat ini salah satu negara yang telah berhasil membudidayakan jamur maitake adalah Jepang. Mereka telah memproduksi jamur maitake hingga ribuan ton setiap bulannya. Jika Anda berkunjung ke supermarket di sana, maka Anda akan menemukan jamur ini dijual di antara jamur-jamur populer lainnya. Sementara di Indonesia belum ada petani yang membudidayakan jamur maitake. Selain karena belum populer, jamur ini juga sangat sulit untuk dibudidayakan. Bahkan tempat yang saat ini ditumbuhi maitake, belum tentu bisa ditumbuhinya lagi di waktu mendatang. Butuh teknologi yang tinggi untuk membudidayakannya. Namun jamur ini juga sudah mulai diimpor ke Indonesia dalam bentuk jadi ataupun diolah menjadi suplemen antikanker.

loading...

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *