Anti Reklamasi Harus Tetap Cerdas

Hari ini saya tertarik dengan sebuah ajakan untuk mematahkan SIM sebuah operator seluler karena operator tersebut kedapatan mengirimkan SMS iklan pro reklamasi. Ajakan tersebut mulai menjadi viral di media sosial dan mulai banyak didukung oleh para netizen yang anti reklamasi teluk benoa.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ajakan tersebut sebagai salah satu ungkapan kekesalan terhadap mereka yang memposisikan sebagai kelompok pendukung reklamasi teluk benoa berkedok revitalisasi. Kelompok ini yang memiliki modal kuat dan konon didukung oleh aparat pemerintah, menggunakan berbagai macam cara untuk memuluskan rencana mereka.

Yang saya agak kurang sreg adalah ungkapan kekesalan ini juga ditujukan ke operator Telkomsel. Saya bukan orang Telkomsel tetapi menurut saya agak kurang pas jika kita menyalahkan Telkomsel atas SMS promo yang berisikan kampanye pro reklamasi. Telkomsel disini sifatnya hanya jualan atau bisnis sama seperti tukang prin, tukang sablon yang mencetak baliho, spanduk atau kaos pro reklamasi. Apakah kita juga akan menyalahkan mereka yang mengais rejeki dan dimanfaatkan oleh pro reklamasi?

Memuat...

Saya pribadi sangat mendukung gerakan anti reklamasi dan sangat menyayangkan cara cara yang digunakan oleh kelompok pro reklamasi dalam mencapai tujuannya. Cara cara yang cenderung kasar ini memang membuat hati panas tetapi kita tidak boleh mengikuti arus mereka. Sebagai kelompok intelektual, kita harus bisa menahan diri dan menggunakan cara cara yang selama ini kita lakukan yakni cara cara yang beradab dan cerdas.

Jangan kita lawan kekerasan dan kebodohan dengan kekerasan dan kebodohan tetapi lawanlah dengan kelembutan dan kecerdasan.

Nih buat jajan