Hati Hati Mengeluarkan Surat Keterangan Sakit

tips pasutri

tips pasutri

Surat keterangan sakit memang merupakan bagian dari pelayanan seorang dokter kepada pasiennya, namun surat ini juga menjadi sesuatu yang disalahgunakan.

Berikut ada beberapa kutipan pengalaman TS yang tidak mengenakan tentang surat keterangan sakit. Mudah mudahan bisa menjadi pelajaran buat rekan rekan dokter.

“Para dr harus ber hati2 kl ada Px minta srt keterangan sakit atau orang mengaku keluarga px yg minta srt keterangan sakit untuk Px. Td siang smp jm 18 sy mendampingi dr SpPD di Polrestabes dg tuduhan membuat surat keterangan palsu. Gara2nya pd wkt praktek dimalam hari dr tadi kedatangan 3 orang yg mengaku keluarga Pxnya yg meminta surat keterangan 1 hari untuk keperluan isbad(?) krn px lumpuh, dia tidak dpt minta srt sendiri. Dr yg baik hati itu mengabulkan permintaan mrk krn dia ingat bhw pxnya memang lumpuh.Sebulan kemudian dia disomasi/teguran dari lawyer pxnya krn srt keterangan sakit itu dipakai oleh orang yg minta srt keteranga sakit td untuk disampsikan dlm sidang pengadilan agama yg menyidangkan masalah warisan. Sidang itu memutuskan bhw tanah milik Px SpPD tadi jatuh ke tangan orang yg tdk berhak. Px yg tdk bisa hadir dg bukti srt keterangan sakit dari SpPD,dianggap menerima keputusan hakim.Px n anak2nya marah krn kehilangan tanah lalu melaporkan SpPD ke polisi krn kehilangan tanah gara2 surat keterangan sakit yg dibuat tanpa melihat pxnya. Polisi menunjukkan pasal 7 Kode Etik Kedokteran Indonesia yg isinya : Se orang dr hsnya memberi surat keterangan dn pendapat yg telah diperiksa sendiri kebenarannya.
Sumber : Prof. Anna Ha run.”

“Kpd TS semua agar berhati2 mengeluarkan surat keterangan sakit atau keterangan sehat. Kita hrs bekerja profesional dan hrs memeriksa pasiennya dl sblm mengeluarkan surat tsb. Jangan pernah mengeluarkan surat tsb tanpa memeriksa pasien walaupun itu permintaan keluarga atau teman baik kita.
Krn Saya jg pernah py pengalaman buruk ttg srt keterangan Sakit itu. Waktu itu Ada perwira Polisi yg minta surat sakit utk anak kandungnya yg jg bintara polisi akibat Diare. Krn kenal dekat dg org tsb, Saya langsung berikan saja. Selang 1 jam Kapolres G nelpon menanyakan apakah Saya barusan ada mengeluarkan surat sakit utk anggota, Saya mengiyakan. Kapolres mengatakan bhw anggota yg Saya beri surat sakit tsb adalah tersangka Narkoba dan sdg di Sel di Polres. Dg malu sekali akhirnya Saya mengklarifikasi dan mencabut surat sakit tsb tentunya stlh mdpt teguran dari Kapolres agar Saya bekerja scr Profesional… Sangat memalukan buat Saya. Untung saja Kapolres baik kpd Saya.
Semoga peristiwa ini tdk mjd pengalaman buruk buat TS sekalian. Tks”

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.