Mitos Kanker

Kanker memang penyakit yang menakutkan. Hanya mendengar kata kanker saja orang sudah takut apalagi divonis dokter menderita penyakit tersebut. Ironisnya, di tengah ketakutan tentang kanker ini, banyak mitos tentang kanker yang beredar di masyarakat.

Berikut beberapa mitos tentang kanker yang banyak beredar di masyarakat:

1. Kanker itu pintu gerbang menuju kematian

Untungnya mitos ini tidak benar. Tidak semua kanker akan berujung dengan kematian. Beberapa jenis kanker memang lebih mematikan daripada yang lain namun dengan deteksi dini banyak dari kanker ini bisa diobati bahkan disembuhkan.

2. Hanya orang yang hidupnya tidak sehat yang kena kanker

Memang ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker seperti merokok, minum minuman beralkohol, paparan sinar matahari dan lain lain tapi kanker juga bisa diderita oleh orang yang pola hidupnya sehat. Tidak peduli berapa kilogram sayuran dan buah atau berapa sering seseorang berolahraga, tetap orang tersebut memiliki risiko terkena kanker. Kuncinya adalah deteksi dini.

3. Kanker kulit itu tidak berbahaya

Memang benar kanker kulit bisa diobati dengan baik tapi bila kankernya ditemukan sedini mungkin. Kenyataannya banyak yang tidak menyadari dirinya menderita kanker kulit sehingga angka kematian akibat kanker ini sangat tinggi. Melanoma adalah jenis kanker yang paling mematikan dan jenis ini berhubungan erat dengan paparan sinar matahari. Lindungi selalu kulit dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya karena kanker kulit juga sangat mematikan.

4. Benjolan itu selalu kanker

Benjolan di payudara atau dibagian tubuh yang lain belum tentu disebabkan oleh kanker. Banyak dari benjolan tersebut tidak berbahaya. Namun demikian, walau kebanyakan tidak berbahaya, bukan berarti harus diabaikan. Coba periksakan atau konsultasi ke dokter bila menemukan benjolan pada bagian tubuh tertentu tanpa penyebab yang jelas.

5. Riwayat keluarga tidak ada berarti saya tidak berisiko kanker

Meskipun riwayat keluarga tidak ada yang menderita kanker bukan berarti risiko kanker juga tidak ada. Dengan kata lain, meskipun beberapa anggota keluarga ada yang menderita kanker bukan berarti anggota keluarga yang lain pasti akan menderita kanker. Kanker memang berhubungan dengan genetik tapi tidak setiap kanker disebabkan karena faktor tersebut.

6. Kebiasaan buruk menyebabkan kanker atau membuat kanker tambah parah

Belum ada studi yang membuktikan orang yang kebiasaan hidupnya buruk akan menderita kanker lebih sering atau lebih berisiko menderita kanker daripada mereka yang kebiasaan hidupnya baik.

7. Kanker itu penyakit akibat moderenisasi

Memang benar lebih banyak orang yang menderita kanker pada dekade atau abad belakangan ini namun tidak bisa dikatakan kanker itu penyakit akibat moderenisasi. Harapan hidup orang saat ini jauh lebih baik daripada jaman Yunani kuno yang hanya 28 tahun. Orang orang saat ini pun jauh lebih sehat bila dibandingkan dengan orang orang di jaman kuno. Jadi, tidaklah benar bila memvonis kanker disebabkan oleh laju moderenisasi.

8. Ada keajaiban untuk menyembuhkan kanker

Sayangnya, sampai saat ini belum ada keajaiban yang dapat menyembuhkan kanker. Belum ada yang bisa membuktikan hal tersebut atau terlalu sulit untuk mempercayainya.

Semoga tulisan ini mampu membuka mata kita tentang mitos mitos kanker yang banyak beredar di masyarakat.

loading...

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.

loading...