Mari Mencegah Dehidrasi Ringan Bersama Aqua

tips pasutri

tips pasutri

Penelitian THIRST: 1 dari 2 orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan yang dapat menurunkan produktivitas.

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 23 Mei 2014,  saya berkesempatan mengikuti media briefing Ada Aqua tentang dehidrasi ringan. Acara yang dipandu oleh MC Ayumi Astriani ini menghadirkan pembicara, Dr. dr. Saptawati Bardosono M.Sc. (Chairperson, Indonesian Hydration Working Group (IHWG)), dr. Pradono Handojo (Health Marketing Director, PT Tirta Investama) dan Mischa Chandrawinata (Aktor/Model, guest speaker).

Kehadiran Mischa Chandrawinata pada acara diskusi ini cukup menarik perhatian karena selain berpenampilan menarik, Mischa juga menjadi salah satu aktor yang mendukung kampanye minum air putih.

Media breifing atau lebih tepatnya diskusi ini mengambil tema pentingnya mengetahui gejala dan dampak dehidras ringan sebab masalah dehidrasi ini masih kerap diabaikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia,

Dalam diskusi ini dibahas pula hasil penelitian yang dilakukan Danone AQUA dengan tiga universitas ternama yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanudin, dan Universitas Airlangga yaitu The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2010 mengungkapkan bahwa 46,1% subyek yang diteliti mengalami kurang air atau dehidrasi ringan. Kejadian ini lebih tinggi pada remaja (49,5%) dibanding pada orang dewasa (42,5%). Faktor terjadinya dehidrasi ringan ini adalah ketidaktahuan dan kesulitan akses secara fisik dan ekonomi dalam memperoleh air minum. THIRST dilakukan dengan pemeriksaan berat jenis urin (urine specific gravity) terhadap 1200 sampel di Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makassar, dan Malino.

Health Marketing Director, Danone AQUA, dr. Pradono Handojo MHA pada kesempatan ini mengutarakan latar belakang dan tujuan Danone AQUA meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dehidrasi ringan, “Kami berkomitmen untuk mewujudkan kesehatan kepada sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dengan terus memberikan edukasi mengenai hidrasi sehat. Menurut penelitian tahun 2010, 1 dari 2 orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Kami lihat selama ini generasi muda aktif Indonesia masih kurang menyadari gejala dan dampak dehidrasi ringan seperti kurang fokus dan konsentrasi yang dapat menurunkan produktivitas. Usaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala dehidrasi ringan ini sejalan dengan visi Danone AQUA yang percaya bahwa seseorang dapat melakukan yang terbaik jika ia sehat,” tutur dr. Pradono Handojo.

Selain mendukung penelitian mengenai hidrasi di Indonesia, Danone AQUA juga mendukung pembentukan Indonesian Hydration Working Group (IHWG) yang merupakan pusat hidrasi pertama di Indonesia pada tahun 2012 yang berlokasi di Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Saptawati Bardosono, pada diskusi ini mengungkapkan, “Sebagai komponen utama dalam tubuh seseorang, air yang cukup dibutuhkan tubuh agar organ-organ di dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan baik. Air putih adalah sumber hidrasi yang baik dan menyehatkan.”

“Orang pada umumnya kurang mengenal apa itu dehidrasi ringan. Rasa haus merupakan penanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Seringkali karena malas minum air putih dengan berbagai alasan, seseorang mengacuhkan rasa haus tersebut hingga rasa hausnya hilang. Padahal, hilangnya dahaga justru merupakan sebuah indikasi bahwa tingkat dehidrasi yang dialami seseorang sudah lebih tinggi. Jadi, saat terasa haus sebaiknya segera minum secukupnya, karena kalau dibiarkan terus-menerus dapat berpotensi menyebabkan penyakit-penyakit serius, seperti konstipasi (susah buang air besar), infeksi saluran kemih, dan infeksi batu ginjal,” lanjutnya.

Berdasarkan penelitian dalam buku Air Bagi Kesehatan edisi kedua tahun 2012 yang disusun oleh DR. Dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), Prof. DR. Ir. Hardinsyah, MS, DR. Dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dan Dr. Sudung O. Pardede, Sp.A (K), tanpa disadari, tubuh manusia yang sebagian besar terdiri dari air (55% sampai 60% berat tubuh pada pria, dan 50% sampai 60% pada berat tubuh wanita) setiap saat mengalami kehilangan cairan secara alami melalui bernafas, berkeringat, buang air kecil, dan buang air besar. Belum lagi jika tubuh harus kehilangan cairan saat berada di tempat bersuhu tinggi atau dengan kelembapan rendah. Padahal, di dalam tubuh manusia air menjalankan fungsi-fungsinya yang sangat esensial, seperti sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut, pelumas dan bantalan, media transportasi, juga media eliminasi sisa metabolisme. Sejumlah penelitian bahkan menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan air dalam tubuh dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit dan membuat hidup jadi lebih sehat dan nyaman.

dr. Saptawati menyarankan untuk mengonsumsi air sebanyak minimal dua liter atau delapan gelas per hari untuk menjaga kesehatan tubuh serta mengoptimalkan kemampuan fisik masyarakat Indonesia. “Karena tubuh kita kehilangan air sebanyak dua liter per hari nya oleh aktivitas sehari-hari, maka cairan tersebut juga harus diisi dengan cara minum air sebanyak dua liter sehari. Kita pun dapat memonitor apakah kita sudah terhidrasi dengan cukup diantaranya dengan cara PURI (pemeriksaan urin sendiri), dengan melihat grafik warna urin. Bila warnanya makin bening, berarti terhidrasi dengan baik. Namun, bila makin pekat berarti mengalami kekurangan cairan,” tambahnya.

Dari diskusi ini dapat saya simpulkan, dehidrasi sangat berbahaya bagi tubuh karena banyak fungsi tubuh tidak akan bekerja optimal tanpa adanya asupan air putih yang cukup. Optimalnya fungsi tubuh setelah mengonsumsi air putih yang cukup setiap hari akan berujung pada peningkatan performa sehari hari. Mari minum air putih yang cukup sekarang juga.

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.