Kelebihan dan Kekurangan Gizi Sama Bahayanya

motorqq
win228

Untuk memahami double burden of malnutrition atau beban ganda malnutrisi, perlu dipahami terlebih dahulu konsep malnutrition, under-nutrition, dan over-nutrition. Berdasarkan penjelasan WHO, malnutrition atau malnutrisi merujuk pada kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan energi, protein, dan/atau nutrisi yang dikonsumsi. Bertentangan dengan penggunaan biasanya, istilah malnutrisi dapat termasuk under-nutrition atau kekurangan nutrisi, maupun over-nutrition atau kelebihan nutrisi.

Kekurangan nutrisi biasanya mengakibatkan berkurangnya berat badan. Sedangkan, kelebihan nutrisi adalah kondisi kronis di mana makanan yang masuk ke dalam tubuh melebihi jumlah energi yang dibutuhkan. Kelebihan nutrisi menghasilkan kelebihan berat badan dan/atau obesitas.[1] Sementara itu, double burden malnutrition adalah beban ganda dari kelebihan dan kekurangan nutrisi yang terjadi secara bersamaan dalam suatu populasi.[2]

Double burden malnutrition adalah masalah kesehatan publik yang telah menaikkan angka mortalitas anak-anak dan risiko penyakit kronik di masa mendatang yang lebih tinggi.[3] Menurut catatan WHO, secara global saat ini terdapat 170 juta anak-anak yang mengalami kekurangan berat badan atau under-weight, dan ada 3 juta kematian setiap tahunnya dikarenakan under-weight. WHO juga mengestimasi, setidaknya ada 20 juta anak berusia kurang dari 5 tahun di dunia yang mengalami overweight[4] dan 155 juta anak usia sekolah yang mengalami overweight atau obesitas.[5]

Memuat...

Double burden malnutrition dihadapi oleh negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah. Sementara negara tersebut masih harus menghadapi penyakit menular dan under-nutrition, muncul permasalahan lain, yaitu penyakit obesitas dan kelebihan berat badan, khususnya di kalangan masyarakat urban.

Permasalahan kekurangan nutrisi dan obesitas dapat terjadi di negara yang sama, komunitas yang sama, rumah tangga yang sama, dan bahkan individu yang sama. Anak yang berasal dari negara dengan pendapatan rendah dan menengah adalah anak-anak yang paling rentan menderita kekurangan nutrisi. Sedangkan, pada waktu yang bersamaan, anak-anak diberikan asupan berbiaya rendah yang cenderung tinggi kandungan lemak, gula, garam dan rendah serat.[6]

Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengontrol malnutrisi adalah dengan melakukan edukasi makanan dan nutrisi seimbang yang didasarkan pada penelitian tentang diet, nutrisi, dan kesehatan.[7]

Melalui program CSR yang bernama “LG Loves Indonesia”, LG Electronics Indonesia ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli dengan masalah double burden of malnutrition tersebut. Caranya adalah dengan membuat sebuah Facebook aplikasi menarik bernama “LG NutriFridge”.

Pengguna Facebook dapat mengakses “LG NutriFridge” di http://www.facebook.com/LGLovesIndonesia/app_124253197719774 dan mulai mengisi kulkas virtualnya dengan bahan-bahan makanan bergizi. Sambil belajar mengenai nutrisi, pengguna Facebook juga dapat sekaligus berdonasi. Pada akhir program, LG Electronics Indonesia akan menyumbangkan tiga kulkas kepada tiga panti asuhan anak, serta menyumbangkan bahan-bahan makanan bergizi selama 6 bulan.

Bersama LG Nutrifridge, mari cegah dan kurangi risiko malnutrisi dari sekarang.

References:

  • World Health Organization Child Growth Standards: Backgrounder 4. http://www.who.int/childgrowth/4_double_burden.pdf
  • http://www.sightandlife.org/fields-of-work/malnutrition.html
  • http://www.mims.com/Hongkong/pub/topic/Medical%20Tribune/2011-08/Food%20security%20and%20the%20double%20burden%20of%20malnutrition%20%20

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *