Tukang Cukur Pembunuh?

tukang cukur

Mencukur rambut ke tukang cukur adalah pekerjaan rutin setiap orang untuk memperindah penampilan. Bila para wanita lebih memilih salon kencantikan sebagai tempat untuk mencukur rambut, para pria umumnya lebih memilih tukang cukur di pinggir jalan. Selain murah, tukang cukur di pinggir jalan biasanya memberikan ekstra pijat leher pada setiap selesai menunaikan tugasnya mencukur rambut.

Banyaknya minat konsumen kepada tukang cukur pinggir jalan ini tentu merupakan berkah tersendiri bagi tukang cukur. Pundi pundi uang mengalir deras ke kantong mereka, seiring dengan itu kesejahteraan keluarga mereka pun akan ikut terangkat.

Pajak Games

Sayangnya keuntungan yang dirasakan konsumen tukang cukur jalanan ini tidak sepenuhnya untung alias keuntungan semu. Memang benar mereka akan memperoleh dandanan rambut yang rapi dan pijatan leher yang nikmat, namun tanpa mereka sadari mereka juga mendapatkan bonus bibit penyakit yang mengalir dalam darah mereka.

Loading...

Serem? Yap memang seram. Coba perhatikan pisau cukur yang digunakan. Berapa kalikah pisau itu diganti saat mencukur rambut? Apakah sebelum mencukur rambut saudara pisau itu disteril terlebih dahulu? Pernahkah secara tidak sengaja kulit leher anda terluka kecil saat dicukur dengan pisau cukur? Luka ini akan terasa perih jika kena air saat mandi setelah bercukur.

Coba bayangkan bila yang dicukur sebelum saudara adalah penderita penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS, Hepatitis B, Hepatitis C. Lalu dengan pisau cukur yang sama, tukang cukur mencukur rambut saudara.

Sadar atau tidak, saat pisau cukur itu menggores kulit saudara, luka kecil akan terjadi pada kulit. Luka yang secara kasat mata tidak terlihat dan bahkan tidak saudara rasakan sudah merupakan gerbang yang cukup lebar untuk keluar masuknya bibit penyakit.

Kita tidak bisa memaksa tukang cukur untuk menerapkan prinsip sterilisasi seperti di klinik klinik kesehatan. Mereka akan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan prinsip tersebut. Kita juga tidak bisa berharap dari pemerintah untuk menindak tukang cukur yang mengabaikan prinsip ini.

Satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan membawa silet atau pisau cukur sendiri. Sarankanlah tukang cukur untuk menggunakan silet atau pisau cukur yang saudara bawa. Pengalaman saya pribadi, mereka akan senang hati menerima karena mereka akan mendapatkan silet baru tanpa harus membelinya. Harganya pun tidak terlalu mahal jika dibandingkan resiko yang akan saudara terima bila menggunakan silet/pisau cukur bekas.

Anda pelanggan tukang cukur jalanan? Waspadalah waspadalah!!!

Tulis Komentar

loading...