Rasa Patriotisme Para Blogger

tips pasutri

tips pasutri

John F. Kenedy pernah bilang, “Jangan tanyakan apa yang telah negara lakukan padamu, tetapi tanyakan pada dirimu apa yang telah engkau lakukan pada negara”. Ungkapan itu begitu dashyat gaung dan gemanya meresap ke relung hati sanubari para pemuda Amerika pada masa itu. Rasa patriotisme timbul dan membara di seluruh daratan Amerika. Hasilnya sungguh luar biasa, rakyat Amerika pada waktu itu begitu semangat untuk maju ke medan perang, walau akhirnya mereka kalah secara defacto pada perang Vietnam.

Pada masa perang kemerdekaan Indonesia, berbagai ungkapan sejenis bermunculan. “Merdeka atau mati”, “maju tak gentar”, adalah beberapa diantaranya. Hasilnya pun tidak kalah hebat dengan apa yang terjadi di Amerika. Seluruh rakyat Indonesia merasa terpacu adrenalinya dan dengan tanpa memperdulikan hayat dikandung badan mereka berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Buahnya tentu sudah kita rasakan sampai detik ini yaitu kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan (walau kenyataannya kita masih dijajah dengan metode baru).

Bagaimana dengan masa kini? Apakah ungkapan yang membangkitkan rasa patriotisme itu masih relevan? Bagaimana dengan segerombolan orang yang menamakan diri mereka Blogger? Apa yang telah mereka lakukan untuk negara?

Ketika gencar diberitakan tentang keusilan, kenekatan dan kekurang ajaran negeri jiran Malaysia mencuri beberapa khasanah budaya Indonesia, dengan kompak para Blogger Indonesia menghujat dan menyerang negara yang mengaku serumpun dengan bangsa Indonesia ini. Terlepas dari kesalahan dari pihak Indonesia sendiri yang gagal untuk memelihara kekayaan budayanya, mengaku aku sebuah karya budaya yang memang bukan miliknya tentu merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji. Maka tidak heran bila muncul berbagai tulisan, banner, shoutbox, pop up message, yang menyerang Malaysia dengan berbagai macam umpatan dan kata kata kebencian lainnya.

Tidak peduli Blogger tua, muda, laki-laki, perempuan, transeksual, hitam, putih, sawomatang, seleb, asal mereka mengaku sebagai bagian dari bangsa ini ikut ambil bagian dalam gerakan ini. Semua kompak tanpa suatu komando menyebut negeri tetangga Indonesia itu dengan sebutan “Malingsia”.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa efektifkah pergerakan yang dilakukan komunitas Blogger ini? Apakah segala sesuatu yang mereka suarakan tadi didengar oleh mereka yang mempunyai kepentingan? Apakah semua itu hanya sebatas slogan kosong yang dengan mudah lenyap diterpa angin?

Apapun jawaban dari pertanyaan itu, kita tidak usah berkecil hati dan putus asa, yang paling penting adalah KITA TELAH BERBUAT SESUATU UNTUK NEGARA.

UPDATE :
Ada sebuah blog balasan dari rakyat Malingsia kepada rakyat Indonesia. Silakan baca disini dan lakukan segala hal yang dianggap perlu.

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.