U Comment, I Follow

tips pasutri

tips pasutri

Bagi para blogger sejati, kegiatan blogwalking dan menebar komentar di banyak blog merupakan kegiatan rutin yang dilakukan tiap hari. Bahkan ada beberapa blogger yang menganggap kegiatan blogwalking dan menebar komentar ini merupakan ritual yang wajib, harus dan kudu dilaksanakan. Pokoknya dalam benak mereka tiada hari tanpa blogwalking dan menebar komentar.

Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh mereka yang hobi melakukan ritual ini. Dari sekedar memperluas pergaulan sesama blogger sampai mengharapkan kunjungan balik dari blogger yang blognya dikunjungi guna meningkatkan trafik kunjungan blog sendiri. Namun apapun alasannya, kegiatan ini sudah muncul sejak pertama kali blog nongol di muka bumi.

Sayangnya hanya sedikit yang tahu bahwa kegiatan blogwalking dan menebar komentar tidak begitu signifikan dalam meningkatkan trafik blog. Seperti yang dialami penulis pada blog ini. Menurut perhitungan yang dilakukan oleh google analytic sebuah layanan web statistik dari google, refferal visit (kunjungan blog berdasarkan referensi dari situs/blog lain) cuma 25 % dari seluruh kunjungan ke blog dokter. Sisanya yang 75% berasal dari hasil pencarian di search engine. Data ini memperlihatkan bahwa peranan blogwalking dan menebar komentar tidak begitu signifikan dalam meningkatkan traffik blog.

Salah satu biang kerok dari sedikitnya peranan komentar dalam meningkatkan trafik blog adalah adanya fungsi no_follow di dalam form komentar wordpress secara default. Fungsi no_follow ditaruh si Matt di form komentar bukanya tanpa tujuan, hal ini terutama untuk mengurangi serangan spam pada komentar komentar wordpress. Sayangnya cara menghindari spam tersebut juga akan menghindarkan daftar komentar dari tangkapan search engine sehingga taut dan konten komentar tidak akan di index oleh mesin pencari.

Sore ini penulis mendapatkan bacaan bagus dari blog mimpikami tentang plugin wordpress untuk mematikan fungsi no_follow. Plugin yang disebut Do Follow ini dapat diunduh disini. Cara menggunakannya pun cukup sederhana, cukup menaruh file plugin yang telah didownload di blogkamu/wp-content/plugins, dan mengaktifkannya di manajemen plugin maka plugin do follow sudah bisa digunakan. Lebih jauh tentang plugin ini bisa dibaca disini.

Selain memperkenalkan plugin do follow, dalam blognya, Wawan juga menyerukan kampanye U Comment, I Follow seperti gambar diatas. Dengan kampanye ini diharapkan kepada mereka yang telah mematikan fungsi no_follow dapat menampilkan gambar diatas pada blognya sehingga pengunjung yang ingin berkomentar memperoleh kepastian kalau komentarnya akan dilirik oleh mesin pencari.

Mematikan fungsi no_follow bukannya tanpa resiko. Pemilik blog harus siap siap menerima tamu yang tidak diundang (spammer) dalam jumlah yang besar. Namun dengan memanfaatkan berbagai plugin antispam yang banyak bertebaran di internet hal ini bukanlah suatu masalah.

Akhirnya, U Comment, I Follow…

fiforlif kolesterol

loading...

loading...

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.